• 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
PEMILIHAN BAHAN DAN PROSES PADA ALAT PERTAMBANGAN
#1
PEMILIHAN BAHAN DAN PROSES
A.     EXCAVATOR ARM
Excavator  merupakan  salah  satu  alat  berat  yang  digunakan    untuk  memindahkan material.  Tujuannya  adalah  untuk  membantu  dalam  melakukan  pekerjaan  yang  sulit  agar menjadi  lebih  ringan  dan  dapat  mempercepat  waktu  pengerjaan  sehingga  dapat  menghemat waktu.
a.      Alasan Pemilihan Bahan
Excavator yang digunakan adalah Excavator Arm Komatsu Tipe PC200LC-7. Konstruksi  dari  excavator  arm  seluruhnya  bertumpu  pada  body excavator arm,  baik itu bracket untuk hydraulic cylinder, excavator arm pivot dan excavator bucket. Berdasarkan desainnya body  excavator arm harus bisa menahan beban keseluruhan excavator arm dan excavator bucket beserta isi maximum dari bucketnya. Hydraulic cylinder bracket pada excavator arm harus mampu menahan beban kejut yang  besar.  Beban  kejut  yang besar dan berulang-ulang terjadi akibat besarnya gaya kerja yang terjadi pada bucket pada  waktu  awal pengerukan. Proses  joining pada excavator arm menggunak an proses  las  (welding) oleh karena itu material yang diperlukan  harus  mempunyai sifat mampu  las  yang  baik.  Jadi  body excavator  arm  idealnya  memiliki  sifat  tahan kejut,  mampu las baik, ulet  (ductile)  dan  mudah diproses.
Oleh karena itu, maka material yang sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan  adalah  baja.  Karena baja  mempunyai  sifat  tahan  kejut  yang  baik,  mudah  untuk ditreatment  tahan  karat,  mudah  untuk  diproses,  harga  relative  murah,  mempunyai  sifat  wear resistant yang baik dan  mempunyai weldability yang baik.
Ø  Penggerusan / Penghalusan (Grinding) 
Penggerusan adalah proses lanjutan pengecilan ukuran dari yang sudah berukuran 2,5 cm menjadi ukuran yang lebih halus. Pada proses penggerusan dibutuhkan media penggerusan yang antara lain terdiri dari :Bola-bola baja atau keramik (steel or ceramic balls).  Batang-batang baja (steel rods). Campuran bola-bola baja dan bahan galian atau bijihnya sendiri yang disebut semi autagenous mill (SAG). Tanpa media penggerus, hanya bahan galian atau bijihnya yang saling menggerus dan disebut autogenous mill.
Ø  Peralatan penggerusan yang dipergunakan adalah :
Ball mill dengan media penggerus berupa bola-bola baja atau keramik.
Rod mill dengan media penggerus berupa batang-batang baja. Semi autogenous mill (SAG) bila media penggerusnya sebagian adalah bahan galian atau bijihnya sendiri. Autogenous mill bila media penggerusnya adalah bahan galian atau bijihnya sendiri.
b.      Karakteristik Bahan
1)      Baja (Steel)
Baja merupakan campuran antara  iron  dan  carbon,  dengan  kandungan baja  maximum 1.5%.  Carbon  berperan  dalam  membentuk  iron  carbide,  karena  sifat  mampu  untuk meningkatkan  hardness/kekerasan  dan  strength/kekuatan  dari  baja.  Elemen  lain  seperti silicon,  sulphur,  phosforus  dan  mangan  juga  mempengaruhi  baik  itu  menambah  atau mengurangi  dari  properti  baja.  Kebanyakan  pada  saat  ini  baja  dibentuk  dalam  bentuk  plain carbon  steel.  Carbon  steel  di  definisikan  sebagai  baja  yang  mempunyai  kandungan  karbon dan  tidak  mengandung  0.5%  silicon  dan  1.5%  mangan.  Plain  carbon  steel  berkisar  antara 0.06% sampai dengan 1. 5% carbon yang dibagi-bagi menjadi beberapa jenis carbon steel.
·      Low Carbon or mild Steel  up to 0.30% carbon
·      Medium carbon Steel    0.30% to 0.60% carbon
·      High carbon steel    lebih dari 0.60% carbon
2)      Mild Steel
·      Mild steel mengandung 0.15-0.45%C. Mempunyai sifat murah, kuat digunakan untuk konstruksi, automobile dan packaging.
·      Semua baja mempunyai massa jenis (density) yang tinggi dan Modulus Young yang tinggi. Kekuatan dari mild steel dihasilkan dari pengerjaan din gin (cold working) yang menjadikannya sangat tangguh.
[Image: 1522724452_cPDxxs5HRV5eDN2.jpg]
·      Mild steel mudah berkarat, dan harus di lindungi dengan pengecatan,  galvanis atau pelapis lainnya.
Keuntungan :
·      High strength-to-weight ratio
·      High stiffness-to-weight ratio
·      Good strength with high toughness
·      Kekakuan tinggi (high stiffness)
·      Murah (very cheap)
·      Mudah dibentuk (easy to shape)
·      Mudah di las (easy to weld)
·      Mudah di daur ulang (easy  to recycle)
Kekurangan :
·      Massa tinggi (high density) 
·      Conductivitas rendah (poor electrical and thermal conductivity)
c.       Proses Pembuatan Excavator Arm
1)      Hydraulic cylinder bracket arm
Hydraulic cylinder bracket arm merupakan bagian dari excavator yang berfungsi untuk mengikat sistem hydraulic antara boom dengan arm. Proses pembuatan dari bagian ini menggunakan proses pengelasan GMAW, pengelasan dilakukan pada bagian A dan B. Proses las GMAW ini digunakan karena prosesnya cepat  sehingga tepat untuk dilakukan pada produksi masal. Pada saat melakukan  pengelasan pastikan tidak ada spatter yang mengenai bagian lubang dari hydraulic cylinder bracket arm.
2)      Hydraulic cylinder bracket bucket
Hydraulic cylinder bracket bucket adalah bagian yang berfungsi  untuk  mengikat arm dengan bucket. Dalam proses ini memanfaatkan salah satu proses fusion  welding yaitu GMAW, untuk menyatukan dua buah plat dari hydraulic cylinder  bracket bucket.
3)      Front hydraulic cylinder pivot
Pada front hydraulic cylinder pivot terdapat tiga buah bagian (A,  B,  C) yang disatukan menggunakan  proses pengelasan GMAW. Front hydraulic cylinder  pivot berfungsi sebagai penahan dari bucket yang dihubungkan pada body  excavator arm.
4)      Back hydraulic cylinder pivot
Pada back hydraulic cylinder pivot terdapat tiga buah bagian (A,  B,  C). Back hydraulic cylinder pivot berfungsi sebagai penahan dari bucket yang dihubungkan  pada body excavator arm. Back hydraulic cylinder pivot juga berfungsi sebagai  engsel bagi bucket agar bucket bisa bergerak sesuai fungsinya. Setiap bagian  disambung dengan metode pengelasan GMAW. Metode pengelasan  ini  bertujuan  agar pengerjaan dapat dilakukan dengan cepat. Pada saat proses pengelasan  dilakukan, pastikan tidak ada spatter yang masuk ke lubang back hydraulic pivot.  Karena apabila spatter masuk ke lubang ini, maka pergerakan dari bucket akan terganggu.
5)      Slider bushing 
Proses pembuatan slider bushing yaitu dengan menggabungkan ketiga part dengan  dilas. Pengelasan yang digunakanyaitu las GMAW dan pastikan tidak ada spatter yang masuk ke lubang dalam proses pengelasannya.
6)      Body excavator arm
Fungsi dari body excavator arm yaitu sebagai komponen utama pada arm excavator. Sistem hidrolik untuk menggerakan bucket dipasang pada body excavator arm ini.  Proses  pemasangan  body  excavator  arm  ini  disambung  menggunakan  metode pengelasan MIG/GMAW. Penggunaan  metode pengelasan  ini  bertujuan agar pemasangan berjalan cepat dan dapat mempersingkat waktu pengerjaan. Setelah  semua  part  telah  didapat,  maka  proses  selanjutnya  yaitu  perakitan. Perakitan dilakukan secara teratur. Dan untuk menyelesaikannya,  seluruh part disambung pada body excavator arm juga dengan metode  pengelasan  GMAW. Dan arm pun sudah siap dirakit pada excavator.
B.      TEMBAGA DAN PADUANNYA
Tembaga diperoleh dari bijih tembaga yang disebut Chalcoporit. Chalcoporit ini merupakan campuran Cu2S dan Cu Fe S2 dan terdapat dalam tambang-tambang dibawah permukaan tanah.  Secara industri sebagian besar penggunaan tembaga dipakai untuk kawat atau bahan penukar panas karena sifat tembaga yang mempunyai sifat hantaran listrik dan panas yang baik. Tembaga ini jika dipadukan dengan logam lain akan menghasilkan paduan yang banyak dibutuhkan oleh manusia. Dan yang paling sering dipakai adalah campuran antara tembaga dan timah, mangan yang biasa disebut perunggu digunakan untuk bagian-bagian mesin khusus dimana diperlukan sifat-sifat yang luar biasa.
Paduan antara tembaga dengan unsur-unsur lain dapat membentuk paduan lain seperti:
1.      Brons
Brons adalah paduan antara tembaga dengan timah dimana kandungan dari timah kurang dari 15% karena mempunyai titik cair yang kurang baik maka  brons biasanya ditambah seng, fosfor, timbal dan sebagainya.
2.      Kuningan
Kuningan adalah paduan antara tembaga dan seng, dimana kandungan seng sampai kira-kira 40%. Dalam ketahanan terhadap korosi dan aus kurang baik disbanding brons tetapi kuningan mampu cornya lebih baik dan harganya lebih murah.
3.      Brons Alumunium
Brons alumunium ini adalah paduan dari tembaga dan alumunium dengan tambahan nikel dan mangan. Kandungan alumunium 8-15,5%, nikel kurang dari 6,5% mangan kurang dari 3,5% dan sisanya adalah tembaga.
C.      ALUMUNIUM DAN PADUANNYA
Alumunium lebih banyak dipakai sebagai paduan daripada logam murni sebab tidak kehilangan sifat ringan dan sifat-sifat mekanisnya serta mampu cornya diperbaiki dengan menambah unsur –unsur lain. Unsur-unsur paduan yang tidak ditambahkan pada alumunium murni selain dapat menambah kekuatan mekaniknya juga dapat memberikan sifat-sifat baik lainnya seperti ketahanan korosi dan ketahanan aus.
Adapun paduan-paduan alumunium yang sering dipakai yaitu:
1. Al-Cu dan Al-Cu-Mg
Mempunyai kandungan 4% Cu dan 0,5% Mg untuk menambah kekuatan paduan mampu mesin yang baik serta dipakai pada bahan pesawat terbang.
2. Al-Mn
Mn adalah unsur yang memperkuat Al tanpa mengurangi ketahanan korosi dan dipakai untuk membuat paduan yang tahan korosi.
3. Paduan Al-Si
Sangat baik kecairannya dam mempunyai permukaan yang bagus sekali, mempunyai ketahanan korosi yang sangat baik sangat ringan, koefisien pemuai yang kecil, dan penghantar yang baik untuk listrik dan panas. Karena kelebihan yang menyolok maka paduan ini sangat banyak dipakai.
4. Paduan Al-Mg
Paduan ini mempunyai kandungan magnesium sekitar 4% sampai 10% mempunyai ketahanan korosi yang sangat baik, dapat ditempa, di rol dan di ekstruksi. Karena sangat kuat dan mudah di las maka banyak dipakai sebagai bahan untuk tangki LNG, kapal laut, kapal terbang serta peralatan-peralatan kimia.
D.     JAW CRUSHER
o   Bahan Dasar: Baja
o   Penjelasan  :
Jaw Crusher adalah type crusher yang paling umum, dimana sistem kerjanya memampatkan / menghimpit material hingga hancur, biasa digunakan untuk menghancurkan batu jenis batu yang keras, seperti batu kali, batu pegunungan, batu mineral, batu emas, batu mangan, batu besi, dsb.
Unjuk kerja dari Jaw Crusher sangat-sangat ditentukan oleh ukuran Fly wheel ( Roda Gila) nya dan kekuatan Shaft, karena kedua komponen tersebut berperan vital.Utk operasional produksi penambangan Jaw Crusher ini tidak bisa berdiri sendiri, harus didukung dengan peralatan2 yang lain.
Karakter daripada JC Jaw Crusher:
1.      Penggunaan material berteknologi tinggi dan mengadopsi keterampilan kelas dunia dalam pembuatannya.
2.      Perakitan lebih lanjut pada rahang (Jaw) yang dapat bergerak membuatnya lebih tahan lama. Perakitan rahang (Jaw) yang dapat bergerak mengadopsi pelapisan baja berkualitas tinggi, dan bergerak melalui dua roda besi berukuran besar. Selain itu, poros berat eksentrik juga mengadopsi forging bilet untuk diproses. Semuanya itu membuat serangkaian JC Jaw Crushers memiliki kehandalan yang luar biasa.
3.      Struktur pelapisan baja terintegrasi pada poros roda Adanya struktur pelapisan baja pada poros roda ini dapat memberikan jaminan sempurna ketika melakukan kontak dengan crushing frame. Sementara itu, dapat meningkatkan intensitas bantalan poros roda (axle bearing), yang mana hal itu tidak dapat dilakukan pada bantalan poros gaya terpisah.
4.      Adanya penerapan teknologi analisis element terbatas membuat crusher memiliki kekuatan yang besar.
5.      Mengadopsi struktur “V” pada rongga crushing sehingga membuat lebar besaran lubang untung feeding yang sebenernya sama dengan lebar dari feeding opening.
6.      Lebih cepat dan mudah dilakukan penyesuaian pada saat pembukaan pemakaian (discharging opening). Serangkaian JC Jaw Crusher dilengkapi dengan perangkat penyesuaian ganjalan, dimana lebih sederhana, lebih aman dan lebih cepat dibandingkan perangkat gasket terdahulu.
7.      Penggunaan bearing yang lebih besar dengan kapasitas untuk memuat yang lebih bagus. Dibandingkan dengan spesifikasi crushers yang sejenis, semua seri JC Jaw Crusher dilengkapi dengan bearing eksentrik shaft yang lebih tahan lama. Kapasitas pengangkutan yang jauh lebih baik dan adanya segel yang berliku-liku membuat bearing lebih awet.
8.      Adopsi yang terbaru adalah adanya tooh-boards yang meningkatkan panjang jaw secara efektif, sehingga menhasilkan hasil yang lebih besar.
Spesifikasi Jaw Crusher:
[Image: 1522724339_NF4RiFPce9AB7mu.jpg]
Model Acuan Isi
JC180×1300
JC250×1000
JC250×1200
JC400×600
Feeding Pertama
(mm)
180×1300
250×1000
250×1300
400×600
Maks. Ukuran Feeding
(mm)
150
220
220
350
[Image: 1522724355_qLJYqxkcjV4AFqT.jpg]
Kisaran Penyesuaian Jarak Lubang Pembuangan
(mm)
10-30
20-40
70-100
35-85
Kecepatan Rotasi eksentrik shafts
(rpm)
320
330
290
250
[Image: 1522724373_kN2dZgwXLJkwisO.jpg]
Kapasitas Produksi secara Teori
(t/jam))
12-35
15-50
20-50
15-70
Motor Listrik
Model
Y225M-6
Y225M-6
Y250M-6
Y225M-6
Daya(Kw)
30
30
37/45
30
Rotasi Kecepatan
(rpm)
980
980
980
980
Dimensi Keseluruhan
(P×L×T)
1320×2150
×1175
1400×1850
×1310
1450×2150
×1175
1920×1460
×1840
Berat (Kg)
6000
5600
6800


Voltase(V)
380
380
380
380
Frekuensi (Hz)
50



PT. Sinartech Multi Perkasa
Manufacture – Engineering – Contractor – Technical Supplier
Jl. KL, Yos Sudarso KM 10.5 No. 50
Kota Bangun Medan – Sumut
​Phone : (061) 42068877
Hp / WA : 08116562065 / 08116062065 / 0853-2020-2054
Fax : (061) 42068877
​Email :  pt.sinartech.me@gmail.com
Website : 
http://www.sinartech.xinfushop.co.id
Facebook :  https://www.facebook.com/sinartechmultiengineering
https://web.facebook.com/Pt-Sinartech-Mu...628133892/
  Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)