Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.

Username
  

Password
  





Search Forums



(Advanced Search)

Forum Statistics
» Members: 1
» Latest member: workshop
» Forum threads: 133
» Forum posts: 134

Full Statistics

Online Users
There is currently 1 user online
» 0 Member(s) | 1 Guest(s)

Latest Threads
PT. Sinartech Multi Perka...
Forum: JASA LAS
Last Post: workshop
Yesterday, 04:40 AM
» Replies: 0
» Views: 2
KONSTRUKSI KESELAMATAN KE...
Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA
Last Post: workshop
04-16-2018, 06:35 AM
» Replies: 0
» Views: 2
KONSTRUKSI KESELAMATAN KE...
Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA
Last Post: workshop
04-12-2018, 08:33 AM
» Replies: 0
» Views: 3
PT. Sinartech Multi Engin...
Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA
Last Post: workshop
04-12-2018, 07:41 AM
» Replies: 0
» Views: 13
KONSTRUKSI KESELAMATAN KE...
Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA
Last Post: workshop
04-12-2018, 07:08 AM
» Replies: 0
» Views: 4
KONSTRUKSI KESELAMATAN KE...
Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA
Last Post: workshop
04-12-2018, 03:41 AM
» Replies: 0
» Views: 3
Alat-alat Farmasi Dan Fun...
Forum: JASA CHANGE PARTS MESIN FARMASI
Last Post: workshop
04-05-2018, 04:44 AM
» Replies: 0
» Views: 15
Jenis Jenis Las Berdasark...
Forum: JASA LAS
Last Post: workshop
04-05-2018, 04:38 AM
» Replies: 0
» Views: 18
Alat Berat, Dozer, Excava...
Forum: JASA LAS
Last Post: workshop
04-05-2018, 04:29 AM
» Replies: 0
» Views: 9
Alat berat pembuatan jala...
Forum: JASA LAS
Last Post: workshop
04-05-2018, 04:21 AM
» Replies: 0
» Views: 12

 
  PT. Sinartech Multi Perkasa
Posted by: workshop - Yesterday, 04:40 AM - Forum: JASA LAS - No Replies

PT. Sinartech Multi Perkasa
Design, Drawing, Manufacturing, Construction, Fabrication, Erection on Site, Repairing Part, Trouble shooting & Consultation, Trading
Adapun mesin – mesin yang dimiliki antara lain : 
➢ MESIN BUBUT ➢ MESIN BOR MILLING ➢ MESIN SCRAP ➢ MESIN LAS  ARGON, TIG, ARC ➢ MESIN ROLL ➢ MESIN POTONG / GERINDA DUDUK ➢ VERTICAL DRILLING ➢ AUTOMATIC DRILLING 360 ➢ BOORING MACHINE ➢ STAMPING MACHINE ➢ BANDING MACHINE 20MM ➢ MESIN GERGAJI ➢ MESIN PON ➢ MESIN HOBBING ➢ MESIN PRESS PLAT ➢ MESIN KOMPRESSOR
Adapun Ruang Lingkup Pengerjaan Sbb :
 ➢ Construction (Rancang Bangun) ➢ Fabrication (Perakitan) ➢ Erection On Site (Pemasangan Di Lapangan) 
Yang Meliputi Pengerjaan : 
Fiber Cyclone  -  Demint & Softener Tank -  Electrical Installation -  Digester  - Boiler Feed Tank  - Polyshing Drum - Clafier Tank  - Reparasi Gear Box -  Pemasangan Balking  -  Elevator  - Hydraulic - Defericarper Station - Electrical - Automatic Blas - Scrapper Conveyer  -  Niagara Filter  -  Mechanical Mechinery  -  Mechanical Shaft Propeler  -  Lorry  -  Tressher Drum  -  Screw Conveyor  -  Effluent  -  Mechanical Fabrikasi  -  Rewinding Motor  -  Boiler  -  Electrical System  -  Presion  - Part/Mechanical&Electrical  - Water Tank  -  Electrical Power  - Sand Blasting Sx10,Sx1.5,Sx20,Sx20.5
Juga menerima Jasa seperti :
Jasa Machining  
Jasa CNC Milling
Jasa Perbaikan Mesin Bubut
Jasa Fabrikasi Mesin Industri
Jasa Bubut Baut & Mur Custom
Jasa Cutting / Potong  
Jasa Scrap
Jasa Milling
Jasa Pembuatan Gear Khusus dengan Mesin Bubut
Jasa Wire Cut EDM / CNC
Jasa Machining CNC
Jasa Repair Mold Plastik
Jasa Stamping Spare Part Industri
Jasa Change Parts Mesin Farmasi
Jasa Mass Production CNC Bubut & Milling
Jasa Bubut Turret
Jasa Pembuatan Spare Parts Pertambangan
Jasa Roll Plat /  Siku / Pipa  
Jasa Las / Listrik
Jasa Drilling / Bor
Jasa Punching / Plong Lubang  
Jasa Hobbing / Gear  
Jasa Bending / Tekuk  
Jasa Fabrikasi Mesin Roll / Press  / H beam  / Pipa / WF / Hollow
Jasa Hardchrome  
dan lainnya
Menerima Pengecoran Logam (Foundry), Material Cast Steel, Cast Iron, Stainless Steel, Alloy Steel, Bronze, Aluminium, Dll
MELAYANI
Perusahaan Makanan, Perusahaan Chemical, Perusahaan Otomotif, Perusahaan Minyak & Gas, Perusahaan Farmasi, Perusahaan Pabrik Kelapa Sawit
Kami juga ada suplly Material seperti :
PLAT KAPAL | STAINLESS STEEL | PIPA GALVANIS | PIPA SCHEDULE SCH 40 | PIPA SCHEDULE SCH 80 | BESI BAJA H BEAM | BESI BAJA PLAT |  BESI BAJA WF | BESI H BEAM | BESI BETON | BESI HOLLOW PIPA KOTAK | BESI KANAL C CNP | BESI KANAL U UNP | BESI PIPA | BESI SIKU | BESI WF | BESI HOLLOW | BESI UNP / CNP | BESI WIREMESH | ATAP BONDEK | ATAP SPANDEK | BAJA RINGAN | PAGAR BRC | BRONJONG | KAWAT DURI | BESI BETON ULIR
PT. Sinartech Multi Perkasa
Manufacture – Engineering – Contractor – Technical Supplier
Jl. KL, Yos Sudarso KM 10.5 No. 50
Kota Bangun Medan – Sumut
Phone : (061) 42068877 
Hp / WA : 08116562065 / 08116062065 / 0853-2020-2054 
Fax : (061) 42068877
Email :  pt.sinartech.me@gmail.com 
Website : http://www.sinartech.xinfushop.co.id 
Facebook :  https://www.facebook.com/sinartechmultiengineering
https://web.facebook.com/Pt-Sinartech-Mu...628133892/


  KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA
Posted by: workshop - 04-16-2018, 06:35 AM - Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA - No Replies

10 Tips Membudayakan Keselamatan di Tempat Kerja / Safety tips di tempat kerja


 1. Disain area kerja yang aman.

 Di area kerja terdapat banyak peralatan. Dimulai dari peralatan yang paling  sederhana  sampai  pada  peralatan  yang  canggih.  Seperti:
bangku, lemari dan meja kerja; furnitur; konveyor; peralatan ringan s/d berat;  dan kendaraan.  Pengaturan tata  letak  sangat  penting  untuk membantu mencapai efisiensi dan efektifitas kerja, mencegah error, dan terakhir menekan kejadian yang tidak diharapkan yang berakibat kecelakaan.



  2. Selalu Menjaga kebersihan area kerja.

Ini adalah bagian cara kerja yang aman dan sehat, area kerja yang bersih adalah wilayah kerja yang aman dan sehat. Banyak usaha usaha untuk meningkatkan kesehatan kerja yang dapat dilakukan. Pada area kerja yang bersih bahaya tersingkirkan, disamping itu area kerja yang bersih akan meningkatkan produktivitas yang lebih bersar dari karyawan.


 3. Libatkan karyawan.

 cara mengatasi lingkungan kerja yang tidak aman yaitu salah satunya dengan cara melibatkan karyawan anda dalam proses perencanaan safety. Karyawan adalah orang pertama yang paling memahami situasi ditempat kerja. Mereka juga akan termotivasi dengan baik untuk safety.


 4. Memberikan Instruksi kerja yang jelas. Pesan pesan keselamatan dalam bekerja

sangat penting bagi karyawan. Berikan    instruksi    kerja    yang    jelas.    Berikan    pelatihan    untuk memperjelas   dan  meningkatkan   pemahaman.  Instruksi   diberikan dalam  bentuk  tertulis  dan  pastikan  mereka  karyawan  membaca, mempelajari dan memahaminya. Dan yang terakhir pastikan karyawan anda mengakui sebagai penerimaan terhadap program kerja safety anda.



 5. Fokus pada hal-hal yang feasible atau masuk akal dilakukan.

Fokuskan  upaya  keselamatan  anda  pada  masalah  yang  paling mungkin  bisa  dilakukan.  Memberikan  fokus  kepada  masalah  yang
besar adalah penting, namun hal tsb termasuk yang tidak mungkin bisa dilaksanaan oleh karyawan dan hal ini akan berkontribusi kepada terjadi pelanggaran yang berdampak kepada cidera atau kecelakaan.


 6. Membuka diri untuk menerima masukan, kritikan dari bawahan.

 Ini bagian dari cara mengatasi lingkungan kerja yang tidak nyaman bagi karywan. Mendorong    karyawan    untuk    melaporkan kepada    anda    tentang kekurangan,  isu-isu,  wawasan dalam  masalah safety. Hal  ini  akan berdampak terhadap membudayakan safety di tempat kerja. Pimpinan tempat kerja harus membuka diri untuk menerima masukan, kritikan dari bawahan.

 7. Melakukan Observasi.
 Anda harus melakukan observasi dan mempelajari setiap karyawan melakukan pekerjaan mereka. Perhatikan dan lakukan koreksi pada mereka yang melakukan jalan pintas, dan memberikan pengharggan kepada mereka yang melakukan tugas-tugas secara baik dan mereka di jadikan sebagai teladan bagi staf yang lain.


  8. Menjaga semua mesin dan peralatan dalam keadaan baik.

 Adalah  tanggung  jawab  majikan  untuk  memastikan  bahwa  semua mesin dan peralatan kerja berada didalam kondisi yang baik. Pastikan juga memelihara shift kerja, roster kerja dengan sebaik-baiknya.


  9. Hazard, bahaya.

 Hindari bahaya yang tidak perlu. Untuk hal itu lakukan pemeriksaan rutin   atau   sesering   mungkin   tempat   kerja   anda.   Adalah   perlu
pemahaman, kemahiran untuk melakukan Identifikasi Bahaya dengan
baik dan benar.


  10. Melakukan Review.

 Setiap tahun, atau tiap ada perubahan di tempat kerja harus dilakukan peninjauan  kembali  pedoman  kerja  keselamatan  di  tempat  kerja. Mulailah review tahunan dengan melakukan pemeriksaan tempat kerja anda, dan penelaahan menyeluruh terhadapa Sistem, program keselamatan anda.


Demikianlah tips  cara menjaga keselamatan kerja sekaligus Membudayakan Keselamatan di Tempat Kerja yang dapat diterapkan guna mewujudkan keselamatan dalam bekerja sehingga terhindar dari kecelakaan kerja.











PT. Sinartech Multi Engineering 
Jl. KL, Yos Sudarso 
KM 10.5 No. 50 Kota Bangun 
Medan Sumatera Utara Indonesia
(061) 42068877 / 42068231 
HP / WA : 0853-2020-2069 
Fax : (061) 42068877 / 4206823
OFFICE : 0853-2020-2065

 


  KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA
Posted by: workshop - 04-12-2018, 08:33 AM - Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA - No Replies

Pengertian K3 (Tujuan, Peran, Norma, dan Jenis-jenis K3)


Pengertian K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja)
Definisi K3 adalah suatu bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah institusi maupun lokasi proyek.

Pengertian K3 Secara Filosofis
Suatu pemikiran atau upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohani, tenaga kerja pada khususnya dan masyarakat pada umumnya terhadap hasil karya dan budayanya menuju masyarakat adl dan makmur.

Pengertian K3 Secara Keilmuan
Dalam Ilmu pengetahuan dan penerapannya, K3 adalah usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Jadi dapat disimpulkan bahwa, K3 adalah suatu upaya guna memperkembangkan kerja sama, saling pengertian dan partisipasi efektif dari pengusaha atau pengurus dan tenaga kerja dalam tempat-tempat kerja untuk melaksanakan tugas dan kewajiban bersama dibidang keselamatan, kesehatan, dan keamanan kerja dalam rangka melancarkan usaha berproduksi.

Tujuan K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja)
Tujuan dari K3 sendiri adalah untuk :
  • Untuk memelihara kesehatan dan keselamatan lingkungan kerja.
  • Untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan dan PAK yang pada akhirnya dapat meningkatkan sistem dan produktifitas kerja.
Peran K3
Berikut adalah peranan dan fungsi K3 :
  • Setiap Tenaga Kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitas nasional.
  • Setiap orang yang berbeda ditempat kerja perlu terjamin keselamatannya
  • Setiap sumber produksi perlu dipakai dan dipergunakan secara aman dan efisien.
  • Untuk mengurangi biaya perusahaan jika terjadi kecelakaan kerja dan penyakit akibat hubungan kerja karena sebelumnya sudah ada tindakan antisipasi dari perusahaan.
Norma K3
Berikut adalah 3 norma yang harus dipahami dalam K3 :
  • Aturan berkaitan dengan keselamatan dan kesehtan kerja.
  • Di terapkan untuk melindungi tenaga kerja.
  • Resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja.
Dasar Hukum K3
Penentuan K3 berdasarkan pada Undang-Undang dan Peraturan Menteri Tenaga Kerja :
  • UU No.1 tahun 1970
  • UU No.21 tahun 2003
  • UU No.13 tahun 2003
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. PER-5/MEN/1996
Jenis-jenis Bahaya Dalam K3
Terdapat beberapa jenis bahaya dalam K3 diantaranya :

Jenis Kimia
Bahaya K3 jenis kimia ini biasanya jika terjadi kontak dan terhirup.
Contoh Bahaya K3 Jenis Kimia :
  • Abu sisa pembakaran bahan kimia
  • Uap bahan kimia
  • Gas bahan kimia
Jenis fisika
  • Suatu temperatur udara yang terlalu panas maupun terlalu dingin.
  • Keadaan yang sangat bising.
  • Keadaan udara yang tidak normal.
Contoh Bahaya K3 Jenis Fisika
  • Kerusakan pendengaran
  • Suatu suhu tubuh yang tidak normal
  • Jenis Proyek/ Pekerjaan
  • Pencahayaan atau penerangan yang kurang.
  • Bahaya dari pengangkutan barang.
  • Bahaya yang ditimbulkan oleh peralatan.
Contoh Bahaya K3 Jenis Proyek/Pekerjaan :
  • Berikut adalah contoh bahaya K3 dalam jenis proyek dan pekerjaan.
  • Kerusakan penglihatan
  • Pemindahan barang yang tidak hati-hat sehingga melukai pekerja.
  • Peralatan kurang lengkap dan pengamanan sehngga melukai pekerja.


  PT. Sinartech Multi Engineering
Posted by: workshop - 04-12-2018, 07:41 AM - Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA - No Replies

PT. Sinartech Multi Engineering 
Jl. KL, Yos Sudarso 
KM 10.5 No. 50 Kota Bangun 
Medan Sumatera Utara Indonesia
(061) 42068877 / 42068231 
HP / WA : 0853-2020-2069 
Fax : (061) 42068877 / 4206823
OFFICE : 0853-2020-2065

[Image: 1523518713_hpfTl6p5L0qtago.jpg]

[Image: 1523518748_Gfc73Zk3fkReuYh.jpg]
[Image: 1523518773_ZLIDqsI4uYcVtsM.jpg][Image: 1523518773_ZLIDqsI4uYcVtsM.jpg]
[Image: 1523518843_WFGHSEB8OUcXbvb.jpg]


  KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA
Posted by: workshop - 04-12-2018, 07:08 AM - Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA - No Replies

Dasar-dasar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)


[Image: K3.jpg]

PENGERTIAN K3
 PengertianK3 adalah suatu ilmu pengetahuan dan penerapan guna mencegah kemungkinan terjadinya    kecelakaan dan penyakit yang disebabkan oleh pekerjaan dan lingkungan kerja. Menurut America Society of safety and Engineering (ASSE) K3 diartikan sebagai bidang kegiatan yang ditujukan untuk mencegah semua jenis kecelakaan yang ada kaitannya dengan lingkungan dan situasi kerja.


 Secara umum keselamatan kerja dapat dikatakan sebagai ilmu dan penerapannya yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengolahannya, landasan tempat kerja dan lingkungan kerja serta cara melakukan pekerjaan guna menjamin keselamatan tenaga kerja dan aset perusahaan agar terhindar dari kecelakaan dan kerugian lainnya. Keselamatan kerja juga meliputi penyediaan APD, perawatan mesin dan pengaturan jam kerja yang manusiawi. Dalam K3 juga dikenal istilah Kesehatan Kerja, yaitu : suatu ilmu yang penerapannya untuk meningkatkan kulitas hidup tenaga kerja melalui peningkatan kesehatan, pencegahan Penyakit Akibat Kerja meliputi pemeriksaan kesehatan, pengobatan dan pemberian makan dan minum bergizi.


 Istilah lainnya adalah Ergonomy yang merupakan keilmuan dan aplikasinya dalam hal sistem dan desain kerja, keserasian manusia dan pekerjaannya, pencegahan kelelahan guna tercapainya pelakasanaan pekerjaan secara baik.


 Dalam pelaksanaannya K3 adalah salah satu bentuk upaya untuk menciptakan tempat kerja yang aman, sehat dan bebas dari pencemaran lingkungan, sehingga dapat mengurangi dan atau bebas dari kecelakaan dan PAK yang pada akhirnya dapat meningkatkan sistem dan produktifitas kerja.Secara teoritis istilah-istilah bahaya yang sering ditemui dalam lingkungan kerja meliputi beberapa hal sebagai berikut :
  • HAZARD (Sumber Bahaya), Suatu keadaan yang memungkinkan / dapat menimbulkan kecelakaan, penyakit, kerusakan atau menghambat kemampuan pekerja yang ada
  • DANGER (Tingkat Bahaya), Peluang bahaya sudah tampak (kondisi bahaya sudah ada tetapi dapat dicegah dengan berbagai tindakan prventif.
  • RISK, prediksi tingkat keparahan bila terjadi bahaya dalam siklus tertentu
  • INCIDENT, Munculnya kejadian yang bahaya (kejadian yang tidak diinginkan, yang dapat/telah mengadakan kontak dengan sumber energi yang melebihi ambang batas badan/struktur
  • ACCIDENT, Kejadian bahaya yang disertai adanya korban dan atau kerugian (manusia/benda)


 Dalam K3 ada tiga norma yang selalu harus dipahami, yaitu :
  1. Aturan berkaitan dengan keselamatan dan kesehtan kerja
  2. Di terapkan untuk melindungi tenaga kerja
  3. Resiko kecelakaan dan penyakit akibat kerja


 Sasaran dari K3 adalah :
  1. Menjamin keselamatan operator dan orang lain
  2. Menjamin penggunaan peralatan aman dioperasikan
  3. menjamin proses produksi aman dan lancar


Tapi dalam pelaksaannya banyak ditemui habatan dalam penerapan K3 dalam dunia pekerja, hal ini terjadi karena beberapa faktor yaitu :
 Dari sisi masyarakat pekerja
  • Tuntutan pekerja masih pada kebutuhan dasar (upah dan tunjangan kesehatan/kesejahtraan)
  • K3 belum menjadi tuntutan pekerja

 Dari sisi pengusaha :
  • Pengusaha lebih menekankan penghematan biaya produksi dan meningkatkan efisiensi untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. dan K3 dipandang sebagai beban dalam hal biaya operasional tambahan




 




PT. Sinartech Multi Engineering 
Jl. KL, Yos Sudarso 
KM 10.5 No. 50 Kota Bangun 
Medan Sumatera Utara Indonesia
(061) 42068877 / 42068231 
HP / WA : 0853-2020-2069 
Fax : (061) 42068877 / 4206823
OFFICE : 0853-2020-2065
 


  KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA
Posted by: workshop - 04-12-2018, 03:41 AM - Forum: KONSTRUKSI KESELAMATAN KERJA - No Replies

Alat Keselamatan Kerja Kapal
[Image: 1523504735_wbYEJ0Ga1d5hPUr.jpg]Keselamatan kerja merupakan prioritas penting bagi pelaut profesional saat bekerja di atas kapal. Seluruh perusahaan pelayaran memastikan bahwa crew mereka mengikuti prosedur keamanan pribadi dan aturan semua operasi yang dibawa diatas kapalUntuk mencapai keamanan maksimal di kapal, langkah awal memastikan bahwa seluruh crew kapal memakai peralatan pelindung pribadi mereka dibuat untuk berbagai macam jenis pekerjaan yang dilakukan pada kapal.
 Berikut ini adalah peralatan dasar pelindung diri yang harus ada disebuah kapal untuk menjamin keselamatan pekerja.

1. Menggunakan PelindungPakaian pelindung adalah coberall yang melindungi tubuh anggota awak dari bahan-bahan berbahaya seperti minyak panas, air, percikan pengelasan dll hal ini dikenal ‘Dangri’ or ‘Boiler Suit’


2. HelmBagian paling penting bagi tubuh manusia adalah kepala. Perlu perlindungan terbaik yang sediakan oleh helm plastik keras di atas kapal. Sebuah tali dagu juga di sediakan dengan helm yang menjaga helm di tempat ketika perjalanan atau jatuh.


3. Sepatu SafetyMax dari ruang internal kapal digunakan oleh kargo dan mesin, terbuat dari logam keras yang sangat berbahaya bagi pekerja. Manfaat Sepatu Safety disini untuk memastikan bahwa tidak ada luka yang terjadi di kaki para pekerja atau crew di atas kapal.

 4. Sarung TanganBerbagai jenis sarung tangan disediakan di kapal, sarung tangan ini digunakan dalam operasi dimana hal ini menjadi keharusan untuk lindungi tangan orang-orang. Beberapa sarung tangan yang diberikan adalah sarung tangan tahan panas, untuk bekerja di permukaan yang panas, sarung tangan kapas, untuk operasi pekerjaan yang normal, sarung tangan las, sarung tangan kimia, dll.


5. GooglesMata adalah bagian paling sensitif dari tubuh manusia dan pada oprasi sehari-hari memiliki kemungkinan besar untuk cedera mata, kaca pelindung atau kacamata digunakan untuk perlindungan mata, sedangkan kacamata las digunakan untuk operasi pengelasan yang melindungi mata dari percikan intensitas tinggi.
 
6. PlugDi ruang mesin kapal menghasilkan suara 110 – 120db ini merupakan frekuensi suara yang sangat tinggi untuk telinga manusia, bahkan dalam beberapa menit dapat menyebabkan sakit kepala, iritasi dan gangguan pendengaran. Sebuah penutup telinga atau stiker telinga digunakan pada kapal untuk mengimbangi suara yang di dengar oleh manusia dengan aman.


7. Safety HarnessOperasi kapal rutin mencakup perbaikan dan pengecetan permukaan yang tinggi memerlukan anggota crew untuk menjangkau daerah-daerah yang tidak mudah di akses. Safety harness di gunakan oleh operator di suatu ujung dan di ikat pada titik kuat pada ujung talinya.


8. MaskerKan karbon yang melibatkan partikel berbahaya dan menor yang berbahaya bagi tubuh manusia jika terhirup secara langsung, untuk menghindari masker wajah digunakan sebagai perisai dari partikel berbahaya.
 
9. Chemikcl SuitBahan kiami di atas kapal sangat sering digunakan dan beberapa bahan kimia sangat berbahaya bila berkontak langsung dengan kulit manusia, Chemical suit digunakan untuk menghindari situasi seperti itu.


10. Welding PerisaiWelding adalah kegiatan yang umum di atas kapal untuk perbaikan struktural dll. Juru las yang dilengkapi dengan perisai las atau topeng yang melindungi mata dari kontak langsung dengan sinar ultraviolet dari percikan las. Hal ini harus diperhatikan dan sebaiknya pemakaian Welding sheeld sangat diharuskan untuk keselamatan pekerja.










PT. Sinartech Multi Engineering
Jl. KL, Yos Sudarso
KM 10.5 No. 50 Kota Bangun
Medan Sumatera Utara Indonesia
(061) 42068877 / 42068231
HP / WA : 0853-2020-2069
Fax : (061) 42068877 / 4206823
OFFICE : 0853-2020-2065


  Alat-alat Farmasi Dan Fungsinya
Posted by: workshop - 04-05-2018, 04:44 AM - Forum: JASA CHANGE PARTS MESIN FARMASI - No Replies

<p><br />
<color option="#FF0000" style="color:#FF0000;"><size option="x-large" style="font-size:x-large;"><b>Alat-alat Farmasi Dan Fungsinya</b></size></color><br />
<br />
<br />
 </p>

<h4 style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; box-sizing: border-box; font-size: 20px; line-height: 24px; font-family: &quot;Noto Sans&quot;; color: rgb(115, 115, 115);"><b style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px; padding: 0px; box-sizing: border-box;">1. DOUBLE CONE MIXER / DOUBLE CONE BLENDER</b></h4>

<div><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903076_BnwCR0E2AL2v05M.jpg</img><br />
<br />
<size option="large" style="font-size:large;"><color option="#393939" style="color: rgb(57, 57, 57); font-family: &quot;Noto Sans&quot;;">Dalam rekayasa pencampuran adalah operasi unit yang melibatkan manipulasi sistem fisik heterogen dengan maksud agar lebih homogen. Pengolahan industri modern hampir selalu melibatkan beberapa bentuk pencampuran. Fermenter biofuel mungkin memerlukan pencampuran mikroba, gas dan media cair untuk hasil optimal. Nittrasi organic memerlukan dan sulfat pekat (cair) yang dicampur dengan fasa organik hidrofobik. Produksi tablet farmasi membutuhkan pencampuran bubuk padat. </color><b style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px; padding: 0px; box-sizing: border-box; color: rgb(57, 57, 57); font-family: &quot;Noto Sans&quot;; font-size: 12px;">DOUBLE CONE MIXER </b></size><color option="#393939" style="color: rgb(57, 57, 57); font-family: &quot;Noto Sans&quot;; font-size: 12px;"><size option="large" style="font-size:large;">digunakan untuk pencampuran beberapa bahan agar tercampur dengan merata. Mesin ini dapat dikombinasikan dengan mesin lain secara otomatis maupun manual. Dengan Doubel Cone Mixer anda akan lebih mudah dalam mencampur berbagai bahan / ramuan baik untuk obat maupun herbal. Mempunyai kapasitas 72 – 400 liter/batch (tergantung type).</size></color><br />
<h4 style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; box-sizing: border-box; font-size: 20px; line-height: 24px; font-family: &quot;Noto Sans&quot;; color: rgb(115, 115, 115);"><b style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px; padding: 0px; box-sizing: border-box;">2. Pencetak atau press Tablet</b></h4>

<div><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903179_UM9fPmpOBJpYH2h.jpg</img>

<p style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px 0px 14px; padding: 0px; box-sizing: border-box; color: rgb(57, 57, 57); font-family: &quot;Noto Sans&quot;; font-size: 12px;"><size option="large" style="font-size:large;"><b style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px; padding: 0px; box-sizing: border-box;">Press tablet</b> adalah alat mekanis yang memampatkan bubuk menjadi tablet dengan ukuran dan berat seragam. Pers dapat digunakan untuk memproduksi tablet dari berbagai macam bahan, termasuk obat-obatan, obat-obatan terlarang, produk pembersih dan kosmetik. Untuk membentuk tablet, bahan butiran harus diukur ke dalam rongga yang dibentuk oleh dua pukulan dan die, dan kemudian pukulan harus ditekan bersamaan dengan kekuatan besar untuk memadukan bahan itu bersama-sama.</size></p>

<p style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px 0px 14px; padding: 0px; box-sizing: border-box; color: rgb(57, 57, 57); font-family: &quot;Noto Sans&quot;; font-size: 12px;"><size option="large" style="font-size:large;">Ada 2 jenis tablet press: tablet punch dan rotary presses. Sebagian besar tablet berkecepatan tinggi menekan bentuk menara putar yang menahan sejumlah pukulan. Saat mereka berputar mengelilingi menara, pukulan itu bersentuhan dengan Cams yang mengendalikan posisi vertikal punch. Punches dan die biasanya dibuat khusus untuk setiap aplikasi, dan dapat dibuat dalam berbagai ukuran, bentuk, dan dapat disesuaikan dengan kode pabrikan dan garis skor untuk membuat tablet lebih mudah pecah. Bergantung pada ukuran tablet, bentuk, material, dan konfigurasi pres, sebuah media modern yang khas dapat menghasilkan dari 250.000 sampai lebih dari 1.000.000 tablet per jam.</size><br />
<br />
<br />
 </p>

<h4 style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px 0px 20px; padding: 0px; box-sizing: border-box; font-size: 20px; line-height: 24px; font-family: &quot;Noto Sans&quot;; color: rgb(115, 115, 115);"><b style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px; padding: 0px; box-sizing: border-box;">3. Automatic Strip Packaging Machine</b></h4>

<div><br />
<img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903232_OUkUB2WUKyqFT5V.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903232_OUkUB2WUKyqFT5V.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903232_OUkUB2WUKyqFT5V.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903232_OUkUB2WUKyqFT5V.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903232_OUkUB2WUKyqFT5V.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903232_OUkUB2WUKyqFT5V.jpg</img><img src="https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903232_OUkUB2WUKyqFT5V.jpg">https://workshop.xinfushop.co.id/ckeditor_upload/uploads/1522903232_OUkUB2WUKyqFT5V.jpg</img>

<p style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px 0px 14px; padding: 0px; box-sizing: border-box; color: rgb(57, 57, 57); font-family: &quot;Noto Sans&quot;; font-size: 12px;"><size option="large" style="font-size:large;">Automatic Strip Packing Machine dibuat dengan teknologi canggih untuk memenuhi kebutuhan di Pharmaceutical Packing Industry. Strip Packing Machine memberikan kecepatan tinggi dan performa yang tidak biasa dengan biaya perawatan yang rendah. Mereka ideal untuk penyegelan kecepatan tinggi dari tablet atau kapsul dilapisi atau tidak dilapisi, kapsul atau pelega tenggorok dari berbagai bentuk atau ukuran dalam aluminium foil, polythene, cellophane atau bahan penyegelan panas lainnya. Mesin ini mampu bekerja dengan kapasitas 30.000 – 120.000 pcs/jam.</size></p>

<p style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px 0px 14px; padding: 0px; box-sizing: border-box; color: rgb(57, 57, 57); font-family: &quot;Noto Sans&quot;; font-size: 12px;"><size option="large" style="font-size:large;">Dengan menggunakan 3 jenis mesin farmasi ini anda sudah dapat memproduksi berbagai macam jenis obat maupun herbal dengan kemasan yang baik dan berkualitas.</size></p>

<p style="border-color: rgb(232, 232, 232); border-radius: 4px; margin: 0px 0px 14px; padding: 0px; box-sizing: border-box; color: rgb(57, 57, 57); font-family: &quot;Noto Sans&quot;; font-size: 12px;"><size option="large" style="font-size:large;">Di Klikteknik.com kini hadir berbagai macam jenis mesin farmasi baik untuk sekala home industry maupun perusahaan besar. Kami memberikan harga yang kompetitif dengan kualitas barang yang terjamin. Didukung oleh team teknisi yang berpengalaman agar dapat membantu anda apabila terjadi masalah pada mesin industry anda.</size><br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<br />
<b><color option="#FF0000" style="color:#FF0000;"><size option="4" style="font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);">PT. Sinartech Multi Engineering </size><br style="color: rgb(0, 128, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);" />
<size option="4" style="font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);">Jl. KL, Yos Sudarso </size><br style="color: rgb(0, 128, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);" />
<size option="4" style="font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);">KM 10.5 No. 50 Kota Bangun </size><br style="color: rgb(0, 128, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);" />
<size option="4" style="font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);">Medan Sumatera Utara Indonesia</size><br style="color: rgb(0, 128, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);" />
<size option="4" style="font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);">(061) 42068877 / 42068231 </size><br style="color: rgb(0, 128, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);" />
<size option="4" style="font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);">HP / WA : 0853-2020-2069 </size><br style="color: rgb(0, 128, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);" />
<size option="4" style="font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);">Fax : (061) 42068877 / 4206823</size><br style="color: rgb(0, 128, 0); font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);" />
<size option="4" style="font-family: &quot;Open Sans&quot;, Arial, Tahoma, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: 700; background-color: rgb(250, 251, 252);">OFFICE : 0853-2020-2065</size></color></b></p>
</div>
</div>
<br />
 </div>


  Jenis Jenis Las Berdasarkan Metode
Posted by: workshop - 04-05-2018, 04:38 AM - Forum: JASA LAS - No Replies

Jenis Jenis Las Berdasarkan Metode[Image: 1522902958_696OMcx0A2tFtca.jpg]A. Las Kondisi Cair (Liquid State Welding)1. Las Busur Listrik (Electric Arc Welding)
a) Las Flash Butt (Flash Butt Welding)
Flash butt merupakan metode pengelasan yang dilakukan dengan menggabungkan antara loncatan electron dengan tekanan, di mana benda kerja yang dilas dipanasi dengan energi loncatan electron kemudian ditekan dengan alat sehingga bahan yang dilas menyatu dengan baik.

b) Las Elektroda Terumpan (Consumable Electrode)
Consumable electrode (elektroda terumpan) adalah pengelasan dimana elektroda las juga berfungsi sebagai bahan tambah. Las elektroda terumpan terdiri dari:

  • Las MIG (Metal Inert Gas)dan Las MAG(Metal Active Gas)

Las listrik MIG adalah juga las busur listrik dimana panas yang ditimbulkan oleh busur listrik antara ujung elektroda dan bahan dasar, karena adanya arus listrik dan menggunakan elektrodanya berupa gulungan kawat yang berbentuk rol yang gerakannya diatur oleh pasangan roda gigi yang digerakkan oleh motor listrik.
Kecepatan gerakan elektroda dapat diatur sesuai dengan keperluan. Tangkai Ias dilengkapi dengan nosal logam untuk menyemburkan gas pelindung yang dialirkan dari botol gas malalui selang gas.
  • Las Listrik (Shielded Metal Arc Welding/SMAW)

SMAW (Shielded Metal Arc Welding) adalah proses pengelasan dengan mencairkan material dasar yang menggunakan panas dari listrik melalui ujung elektroda dengan pelindung berupa flux atau slag yang ikut mencair ketika pengelasan.Prinsip dari SMAW adalah menggunakan panas dari busur untuk mencairkan logam dasar dan ujung sebuah consumable elektroda tertutup dengan tegangan listrik yang dipakai 23-45 Volt, dan untuk pencairan digunakan arus listrik hingga 500 ampere yang umum digunakan berkisar antara 80-200 ampere.
  • Las Busur Terpendam (Submerged Arc Welding/SAW)

Prinsip dasar pengelasan ini adalah menggunakan arus listrik untuk menghasilkan busur (Arc) sehingga dapat melelehkan kawat pengisi lasan (filler wire), dalam pengelasan SAW ini cairan logam lasan terendam dalam flux yang melindunginya dari kontaminasi udara, yang kemudian flux tersebut akan membentuk terak las (slag) yang cukup kuat untuk melindungi logam lasan hingga membeku.

c) Las Elektroda Tak Terumpan (Non Consumable Electrode)
Non consumable electrode adalah pengelasan dengan menggunakan elektroda, di mana elektroda tersebut tidak berfungsi sebagai bahan tambah. Elektroda hanya berfungsi sebagai pembangkit nyalah listrik, sedangkan bahan tambah digunakan filler metal.Non Consumable Electrode terdiri dari :
  •  Las TIG (Tungsten Inert Gas)

Las TIG (Tungsten Inert Gas) adalah proses pengelasan dimanabusur nyala listrik ditimbulkan oleh elektroda tungsten (elektroda tak terumpan) dengan benda kerja logam. Daerah pengelasan dilindungioleh gas lindung (gas tidak aktif) agar tidak berkontaminasi denganudara luar. Kawat las dapat ditambahkan atau tidak tergantung daribentuk sambungan dan ketebalan benda kerja yang akan dilas.
  •  Las Plasma

2. Las Tahanan (Resistance Welding)
a) Las Titik (Spot Welding)
Pengelasan dilakukan dengan mengaliri benda kerja dengan arus listrik melalui elektroda, karena terjadi hambatan diantara kedua bahan yang disambung, maka timbul panas yang dapat melelehkan permukaan bahan dan dengan tekanan akan terjadi sambungan.

b) Las Kelim ( Seam Welding)
Ditinjau dari prinsip kerjanya, las kelim sama dengan las titik, yang berbeda adalah bentuk elektrodanya. Elektroda las kelim berbentuk silinder.

c) Las Gas atau Las Karbit (Oxy-acetylene welding / OAW)
Pengelasan dengan oksi - asetilin adalah proses pengelasan secara manual dengan pemanasan permukaan logam yang akan dilas atau disambung sampai mencair oleh nyala gas asetilin melalui pembakaran C2H2 dengan gas Odengan atau tanpa logam pengisi.

d) Las Sinar Laser
Pengelasan sinar laser adalah pengelasan yang memanfaaatkan gelombang cahaya sinar laser yang dialirkan lurus kedepan tanpa penyebaran terhadap benda kerja sehingga menghasilkan panas dan melelehkan logam yang akan dilas.

e) Las Sinar Elektron
Prinsip kerjanya adalah adanya energi panas didapat dari energi sebuah elektron yang di tumbukkan pada benda kerja, elektron yang dipancarkan oleh katoda ke anoda difokuskan oleh lensa elektrik ke sistim defleksi. Sistim defleksi meneruskan sinar elektron yang sudah fokus ke benda kerja. Sinar yang sudah fokus tersebut digunakan untuk melakukan pengelasan benda kerja.B. Las Kondisi Padat (Solid State Welding)1) Friction Welding
Friction welding atau las gesekan merupakan proses penyambungan logam dengan memanfaatkan energi panas yang diakibatkan karena adanya gesekan dari dua material yang akan disambung
2) Cold Welding
Pengelasan dingin (Cold welding) adalah pengelasan yang dilakukan dalam keadaan dingin. Yang dimaksud dingin di sini, bukan berarti tidak ada panas, panas dapat saja terjadi dari proses tersebut, namun tidak melebihi suhu rekristalisasi logam yang dilas. Cold Welding terdiri dari :
  • Las Ultrasonik (Ultrasonic Welding / UW)

Las ultrasonik adalah proses penyambungan padat untuk logam-logam yang sejenis, maupun logam-logam berlainan jenis, dimana secara umum bentuk sambungan nya adalah sambungan tindih. Energi getaran berfrekwensi tinggi mengenai daerah las-las an dengan arah paralel dengan permukaan sambungan. Tegangan geser osilasi pada permukaan las-lasan yang terjadi akibat pengaplikasian gaya, akan merusak dan merobek lapisan oksida yang ada di ke-2 permukaan logam induk yang akan dilas.
  •  Las Ledakan ( Explosive Welding / EW)

Las ledakan atau sering disebut las pembalutan (clading welding), merupakan proses las dimana dua permukaan dijadikan satu dibawah pengaruh tumbukan (impact force) disertai tekanan tinggi yang berasal dari ledakan (detonator) yang ditempatkan dekat dengan logam induk.
3) Las Tempa
Penyambungan logam dengan cara ini dilakukan dengan memanasi ujung logam yang akan disambung kemudian ditempa, maka terjadilah sambungan. Panas yang dibutuhkan sedikit di atas suhu rekristalisasi logam, sehingga logam masih dalam keadaan padat.

PT. Sinartech Multi Engineering 
Jl. KL, Yos Sudarso 
KM 10.5 No. 50 Kota Bangun 
Medan Sumatera Utara Indonesia
(061) 42068877 / 42068231 
HP / WA : 0853-2020-2069 
Fax : (061) 42068877 / 4206823
OFFICE : 0853-2020-2065


  Alat Berat, Dozer, Excavator, Loader, Truk
Posted by: workshop - 04-05-2018, 04:29 AM - Forum: JASA LAS - No Replies

Macam-macam Alat berat dan Fungsinya
Alat Berat, Dozer, Excavator, Loader, Truk    
Eksistensi alat berat dalam proyek-proyek dewasa ini baik proyek konstruksi maupun proyek manufaktur sangatlah penting guna menunjang Pemerintah baik dalam pembangunan infastruktur maupun dalam eksplore hasil-hasil tambang, misalnya semen dan batubara. Keuntungan-keuntungan dengan menggunakan alat-alat berat antara lain waktu yang sangat cepat, tenaga yang besar dan nilai-nilai ekonomis.

[Image: 1522899200_yD4rvtQ0rV5VeWp.JPG]
Penggunaan alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah ditentukan atau kerugian biaya perbaikan yang tidak semestinya. Oleh karena itu, sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmentnya sebaiknya dipahami terlebih dahulu fungsi dan aplikasinya.
Berikut Kami share macam-macam alat berat beserta fungsinya, agar dapat dipahami dalam penggunaannya.
1.   Pengertian Alat-alat berat
 Alat-alat berat (yang sering dikenal di dalam ilmu Teknik Sipil) merupakan alat yang digunakan untuk membantu manusia dalam melakukan pekerjaan pembangunan suatu struktur bangunan. Alat berat merupakan faktor pentingdidalam proyek, terutama proyek-proyek konstruksi maupun pertambangan dankegiatan lainnya dengan skala yang besar (Rostiyanti  2009)
Tujuan dari penggunaan alat-alat berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil yang diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat.
Alat berat yang umum dipakai dalam proyek kostruksi antara lain :
– Dozer,
– Alat gali (excavator) seperti backhoe, front shovel, clamshell;
– Alat pengangkut seperti loader, truck dan conveyor belt;
– Alat pemadat tanah seperti roller dan compactor, dan lain lain.
2.    Klasifikasi alat-alat berat
 Alat berat juga dapat dikategorikan ke dalam beberapa klasifikasi. Klasifikasi tersebut adalah klasifikasi fungsional alat berat dan klasifikasi operasional alat berat.
2.1. Klasifikasi Fungsional Alat Berat
Yang dimaksud dengan klasifikasi fungsional alat adalah pembagian alat tersebutberdasarkan fungsi-fungsi utama alat. Berdasarkan fungsinya alat berat dapatdibagi atas berikut ini
a. Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek kadang-kadang masih merupakan lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut mulai diolah. Jika pada lahan masih terdapat semak atau pepohonan maka pembukaan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan dozer. Untuk pengangkatan lapisan tanah paling atas dapat digunakan scraper. Sedangkan untuk pembentukan permukaan supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grade
Bulldozer dapat dibedakan menjadi dua yakni menggunakan roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Pada dasarnya Buldoser menggunakan traktor sebagai tempat dudukan penggerak utama, tetapi lazimnya traktor tersebut dilengkapi dengan sudu sehingga dapat berfungsi sebagai Buldoser yang bisa untuk menggusur tanah.
Buldoser digunakan sebagai alat pendorong tanah lurus ke dapan maupun ke samping, tergantung pada sumbu kendaraannya. Untuk pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus yang disebut Swamp Bulldozer.
b. Alat Penggali
Jenis alat ini dikenal juga dengan istilah excavator. Beberapa alat berat digunakan untuk menggali tanah dan batuan. Yang termasuk didalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.

c. Alat Pengangkut Material
Crane termasuk di dalam kategori alat pengangkut material, karena alat ini dapat mengangkut material secara vertical dan kemudian memindahkannya secara horizontal pada jarak jangkau yang relatif kecil. Untuk pengangkutan material lepas (loose material) dengan jarak tempuh yang relatif jauh, alat yang digunakan dapat berupa belt, truck dan wagon. Alat-alat ini memerlukan alat lain yang membantu memuat material ke dalamnya.
Gambar1.3
Truk
 
d. Alat Pemindahan Material
Yang termasuk dalam kategori ini adalah alat yang biasanya tidak digunakan sebagai alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material dari satu alat ke alat yang lain. Loader dan dozer adalah alat pemindahan material.
Gambar1.4
Loader
 
e. Alat Pemadat
Jika pada suatu lahan dilakukan penimbunan maka pada lahan tersebut perlu dilakukan pemadatan. Pemadatan juga dilakukan untuk pembuatan jalan, baik untuk jalan tanah dan jalan dengan perkerasan lentur maupun perkerasan kaku. Yang termasuk sebagai alat pemadat adalah tamping roller, pneumatictiredroller, compactor, dan lain-lain. Pekerjaan pembuatan landasan pesawat terbang, jalan raya, tanggul sungai dan sebagainya tanah perlu dipadatkan semaksimal mungkin. Pekerjaan pemadatan tanah dalam skala kecil pemadatan tanah dapat dilakukan dengan cara menggenangi dan membiarkan tanah menyusust dengan sendirinya, namun cara ini perlu waktu lama dan hasilnya kurang sempurna; agar tanah benar-benar mampat secara sempurna diperlukan cara-cara mekanis untuk pemadatan tanah.
Pemadatan tanah secara mekanis umumnya dilakukan dengan menggunakan mesin penggilas (Roller); klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah:
    Berdasarkan cara geraknya; ada yang bergerak sendiri, tapi ada juga yang harus ditarik traktor.
    Berdasarkan bahan roda penggilasnya, ada yang terbuat dari baja (SteelWheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic).
    Dilihat dari bentuk permukaan roda; ada yang punya permukaan halus (plain), bersegmen, berbentuk grid, berbentuk kaki domba, dan sebagainya.
    Dilihat dari susunan roda gilasnya; ada yang dengan roda tiga (Three Wheel), roda dua (Tandem Roller), dan Three Axle Tandem Roller.
    Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator).
    Gambar.1.5
    Tandem Roller
     
    f. Alat Pemroses Material
    Alat ini dipakai untuk mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu bentuk dan ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan bergradasi, semen, beton, dan aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah crusher dan concrete mixer truck. Alat yang dapat mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam alat pemroses material seperti concretebatch plant dan asphalt mixing plant.
    Gambar. 1.6.
    Concrete Mixer Truck
     
      g. Alat Penempatan Akhir Material
    Alat digolongkan pada kategori ini karena fungsinya yaitu untuk menempatkan material pada tempat yang telah ditentukan. Ditempat atau lokasi ini material disebarkan secara merata dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.
Asphalt Paver
     
    2.2. Klasifikasi operasional Alat Berat
    Alat-alat berat dalam pengoperasiannya dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain atau tidak dapat digerakan atau statis. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini.
    a. Alat dengan Penggerak
    Alat penggerak merupakan bagian dari alat berat yang menerjemahkan hasil dari mesin menjadi kerja. Bentuk dari alat penggerak adalah crawler atau roda kelabang dan ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.
Crawlercrane
     
    b. Alat Statis
    Yang termasuk dalam kategori ini adalah towercrane, batching plant, baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.
    Gambar. 1.9
    Tower Crane
         Crane (alat pengangkat) jenisnya ada bermacam-macam: Crane gelegar, cranekolom putar, crane putar, crane portal, crane menara, crane kabel, dan mobil crane. Beberapa jenis Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek bangunan sipil yang berkaitan dengan pemindahan tanah adalah mobile crane, sebab craneini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi
3.  Fungsi alat berat
Dirancang untuk melakukan berbagai aplikasi kehutanan dengan konfigurasi LogLoader, Harvester/Processor, dan Road Builder.
Gambar. 1.10
Alat Berat Kehutanan
 
Backhoe Loadermerupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya. Bagian depan dilengkapi dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator
Gambar. 1.11
BACKHOE LOADER
                                                                                                     
Alat penggali sering juga disebut Excavator; ada dua tipe Excavator yaitu:
(1) Excavator yang berjalan menggunakan roda kelabang / track shoe (Crawler Excavator) dan
(2) Excavator yang menggunakan ban (Wheel Excavator).
Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan seperti :
• Excavating (menggali)
• Loading (memuat material)
• Lifting (mengangkat beban)
• Hammering (menghancurkan batuan)
• Drilling (mengebor), dan lain sebagainya
Perbedaan mendasar antara Excavator dan Mass Excavator terdapat pada kapasitas implement yang digunakan.
Alat perata tanah (Grader) berfungsi untuk meratakan pembukaan tanah secara mekanis; dusamping itu Grader dapat dipakai pula untuk keperluan lain misalnya untuk penggusuran tanah, pencampuran tanah, meratakan tanggul, pengurugan kembali galian tanah dan sebagainya; akan tetapi khusus untuk penggunaan pada pekerjaan pengurugan kembali galian tanah hasilnya kurang memuaskan.
Gambar. 1.13
MOTOR GRADER
 
Beberapa pekerjaan yang dapat dikerjakan oleh Grader antara lain adalah:
    · Perataan tanah (Spreading).
    · Pekerjaan tahap akhir (finishing) pada “pekerjaan tanah”.
    · Pencampuran tanah maupun pencampuran material (Side cast/mixing).
    · Pembuatan parit (Crowning Ditching)
    · Pemberaian butiran tanah (scarifying)
Pada umumnya Grader digunakan untuk pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan dan pemeliharaan jalan, diantaranya :
• Grading, Spreading, Ditching
• Scarifying
• Side Sloping
• Dozing
• Ripping
 Tergantung attachment (perlengkapan kerja) nya, Skid Steer Loader, disingkat SSL, dapat digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya :
• Loading, Dozing,
• Digging,
 • Clamping,
• Grading, Leveling, dan sebagainya.
Gambar. 1.14
Skid Steer Loader
 
Gambar. 1.15
Skidder
 
Ada dua jenis Skidder yang digunakan yaitu :
• Wheel Skidder
• Track Skidder
 Kegunaan dari Skidder adalah untuk menarik batang kayu. Pekerjaan ini biasanya banyak dilakukan oleh perusahaan-perusahaan kayu (logging).
Gambar. 1.16
Wheel Tractor Scrapper
 
Wheel Tractor Scrapper, disingkat WTS, digunakan untuk memuat, memindahkan, menyebarkan dan mem-buang material dalam rangka pemeliharaan jalan. Alat ini digunakan untuk menggali muatannya sendiri, lalu mengangkut ke tempat yang ditentukan, kemudian muatan itu disebagkan dan diratakan. Scrapper mampu menggali/ mengupas permukaan tanah sampai setebal + 2,5 mm atau menimbun suatu tempat sampai tebal minimum + 2,5 mm pula. Scrapper dapat digunakan untuk memotong lereng tanggul atau lereng bendungan, menggali tanah yang terdapat diantara bangunan beton, meratakan jalan raya atau lapangan terbang. Efisiensi penggunaan Scrapper tergantung pada: (1) kedalaman tanah yang digali, (2) kondisi mesin, dan (3) operator yang bekerja.
Jika ditinjau dari penggeraknya, jenis Scrapper ada dua macam yakni:
(1)  Scrapper yang ditarik Buldoser (Down Scrapper Tractor), dan
(2)  Scrapper yang memiliki mesin penggerak sendiri (Self Propelled Scrappers).
 Down Scrapper Tractor adalah jenis Scrapper kuno, Scrapper ini bekerja dengan ditarik oleh Buldoser atau traktor sehingga punya kapasitas produksi yang kecil, sebab gerakan Buldoser sebagai alat penarik sangat lamban, dan jarak angkut yang ekonomis kurang dari 67 m. Self Propelled Scrappers adalah jenis Scrapper yang modern dan saat ini banyak digunakan. Scrapper ini memiliki mesin penggerak khusus sehingga gerakannya gesit dan lincah. Produksi SelfPropelled Scrappers dapat tinggi, jika digunakan untuk mengangkut jarak yang sedang (+ 5 km) efektivitasnya dapat menyaingi truck, baik itu dalam produksi beaya tiap ton (m3) maupun kecepatannya.
Gambar 1.17
Articulated Dump Truck
 
Articulated Dump Truck, disingkat ADT, digunakan untuk memindahkan dan membuang material dengan kapasitas terbatas dan kondisi jalan berlumpur.
Gambar 1.18
Off Highway Truck
 
Sama halnya dengan ADT, Off Highway Truckjuga digunakan untuk memindahkan material dengan kapasitas yang besar mulai 40T sampai 360T.
Gambar.1-19.
Wheel Dozer
 
Mesin ini merupakan wheel loader yang dilengkapi dengan blade, dimana kegunaanya hampir sama dengan dozer.
Gambar.1.20
Track Type Loader
 
Track Type Loaderdigunakan untuk memuat material, sama halnya dengan wheel loader, hanya saja menggunakan track dan kapasitasnya lebih kecil.
Gambar 1.21.
Wheel Loader
Loaderadalah alat pemuat hasil galian/ gusuran dari alat berat lainnya seperti Buldoser, Grader dan sejenisnya. Pada prinsipnya Loader merupakan alat pembantu untuk menngangkut material dari tempat-tempat penimbunan ke alat pengangkut lain. Selain itu Loader dapat digunakan sebagai alat pembersih lokasi (Cleaning) yang ringan, untuk menggusur bongkaran, menggusur tonggaktonggak kayu kecil, menggali pondasi basement dan lain-lain.
 Loader merupakan alat pengangkut material dalam jarak pendek, bila digunakan sebagai alat pengangkut maka Loader dapat bekerja lebih aik dari Buldoser, sebab dengan menggunakan Loader tak ada material yang tercecer. Jenis Loader ada dua yaitu :
(1) Loader dengan roda rantai (CrawlerLoader), dan
(2) Loader dengan roda karet (Wheel Loader).
Dalam pemilihan Loader sebagai alat pengangkut, hal yang perlu diperhitungkan adalah beban harus diperhitungkan jangan sampai berat muatan melebihi berat dari loader itu sendiri, sebab ada kemungkinan Loader dapat terjungkal ke depan, lebihlebih jika digunakan Wheel Loader.
Kegunaan dari Wheel Loader adalah untuk memuat material ke dalam ADT atau OHT. Pada wheel loader kecil dan menengah, bisa juga digunakan untuk aplikasi lainnya (tergantung dari attachment yang digunakan) seperti : WHA (Waste Handling Arrangement) Integrated Toolcarrier, Forklift dan sebagainya.
Gambar. 1.22
Track Type Tractor
 
Track Type Tractoratau Bulldozer atau Dozer adalah alat yang dirancang untuk mendorong material, meratakan atau menyebarkan material, mengupas permukaan tanah dan penggunaan lainnya yang sesuai.
Disamping itu ada kegunaan lainnya yang bisa dilakukan oleh machine ini, tergantung dari attachment yang dipasangkan, yaitu :
• Ripping, bila dilengkapi dengan Ripper
• Skidding, bila dilengkapi dengan Winch
Gambar.1- 23
Telehandler
Penggunaan Telehandler tergantung dari attachment yang dipasangkan pada mesintersebut. Misalnya bisa digunakan sebagai forklift dengan daya jangkau yang lebih jauh.
Power  Shovel
Dengan memberikan shovel attachment  pada excavator, maka disapatkan alat yang disebut dengan power shovel. Alat ini baik untuk pekerjaan menggali tanah tanpa bantuan alat lain, dan sekaligus memuatkan ke dalam truk atau alat angkut lainnya. Alat ini juga dapat untuk mebuat timbunan bahan persediaan (stock pilling).
 Pada umumnya power shovel  ini dipasang di atas crawler mounted, karena diperoleh keuntungan yang besar antara lain stabilitas dan kemampuan floatingnya. Power shovel  di lapangan digunakan terutama untuk menggali tebing yang letaknya lebih tinggi dari tempat kedudukan alat. Macam  shovel  dibedakan dalam dua hal, ialah shovel  dengan kendali kabel (cable controlled), dan shovel dengan kendali hidrolis (hydraulic controlled).
Gambar :  Front shovel
Cara kerja Power Shovel
Pekerjaan dimulai dengan mennempatkan shovel pada posisi dekat tebing yang akan digali, dengan menggerakkan dipper/bucket  ke depan kemudian ke atas sambil menggaruk tebing sedemikian rupa sehingga dengan garukan ini tanah dapat masuk ke dalam bucket. Jika bucket sudah penuh, bucket ditarik ke luar. Operator yang telah berpengalaman, akan dapat mengatur gerakan sedemikian rupa sehingga bucket sudah terisi penuh pada saat bucket mencapai bagian atas tebing.
 Setelah terisi penuh, shovel dapat diputar (swing)  ke kanan atau ke kiri menuju tempat yang harus diisi. Segera sesudah shovel  tidak lagi dapat mencapai tebing dengan sempurna, shovel digerakkan/berjalan menuju posisi baru hingga dapat bekerja seperti semula. Pada dasarnya gerakan-gerakan selama bekerja dengan shovel  ialah:
    Maju untuk menggerakkan dipper menusuk tebing,
    Mengangkat dipper/bucket untuk mengisi,
    Mundur untuk melepaskan dari tanah/tebing,
    Swing (memutar) untuk membuang (dump),
    Berpindah jika sudah jauh dan tebing galian, dan
    Menaikkan/menurunkan sudut boom jika diperlukan

[font]PT. Sinartech Multi Engineering
Jl. KL, Yos Sudarso
KM 10.5 No. 50 Kota Bangun
Medan Sumatera Utara Indonesia
(061) 42068877 / 42068231
HP / WA : 0853-2020-2069
Fax : (061) 42068877 / 4206823
OFFICE : 0853-2020-2065
[/font]


  Alat berat pembuatan jalan raya
Posted by: workshop - 04-05-2018, 04:21 AM - Forum: JASA LAS - No Replies

Cara menghitung agar penggunaan dari alat berat tersebut bisa hemat dan sukses.
Latar Belakang
pekerjaan proyek konstruksi sudah menjadi hal yang wajar ditemui dalam kehidupan sehari-hari. proyek konstruksi adalah rangkaian kegiatan yang terencana untuk mencapai suatu tujuan tertentu dimana dalam mencapai tujuan tersebut dibatasi oleh waktu, biaya, dan mutu. jalan menjadi suatu obyek yang penting dalam kehidupan bermasyarakat. Dengan adanya jalan yang baik maka akan menunjang berbagai sektor kehidupan misalnya sektor perekonomian di suatu daerah. Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan/atau air, serta di atas permukaan air. dahulu pembuatan jalan menggunakan tenaga manual dalam hal ini manusia. Semua pekerjaan konstruksi dalam pembuatan jalan dilakukan oleh manusia. Namun seiring berjalannya waktu, manusia telah menemukan suatu alat yang digunakan untuk mempermudah pekerjaannya.
[Image: 1522902498_OE4QNL49eYdjQ0b.jpg]
Alat sendiri terdiri dari berbagai macam jenis, ada yang besar ada yang kecil. Alat-alat yang berukuran besar inilah yang kerap kali kita temukan dalam pelaksanaan pembuatan jalan. Orang yang berkutat dengan dunia konstruksi menyebutnya dengan istilah alat berat. Hampir semua proyek skala besar pasti membutuhkan alat berat. Dalam hal ini, pembuatan jalan raya juga termasuk pekerjaan proyek skala besar. Oleh karena itu, penggunaan alat berat dalam pekerjaan proyek sudah tidak asing lagi. Dalam makalah ini penulis akan menguraikan tentang penggunaan alat berat dalam pelaksanaan pembuatan jalan raya dan cara menghitung agar penggunaan dari alat berat tersebut bisa hemat dan sukses.
Rumusan Masalah
Berdasatkan latar belakang masalah tersebut maka rumusan masalahnya adalah berikut ini :
Bagaimana cara hitung harga sewa dari alat berat yang akan digunakan ?
Bagaimana cara menghitung kebutuhan alat untuk pengerjan jalan?
Bagaimana cara menghitung kebutuhan alat untuk pengerjan drainase?
tujuan
Berdasarkan rumusan masalah tersebut, maka tujuan yang ingin diperoleh penulis adalah:
mengetahui cara hitung harga sewa dari alat berat yang akan digunakan ?
mengetahui cara menghitung kebutuhan alat untuk pengerjan jalan?
mengetahui cara menghitung kebutuhan alat untuk pengerjan drainase?
manfaat
Berdasarkan tujuan yang diuraikan di atas maka, manfaat yang dapat diambil adalah
Bagi Penulis
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis mengenai pelaksanaan pembuatan jalan raya dan drainase menggunakan alat berat.
Bagi Lembaga
Untuk mendapatkan teori mengenai pelaksanaan pembuatan jalan raya dan drainase menggunakan alat berat.

2.1 pengenalan alat berat
Alat Berat atau Heavy Equipment, adalah alat bantu yang di gunakan oleh manusia    untuk mengerjakan pekerjaan yang berat / susah untuk di kerjakan dengan tenaga manusia / membantu manusia dalam mengerjakan pekerjaan yang berat. misal untuk membuat sebuah danau, manusia menggunakan alat berat untuk mengerjakannya.
Penggunaan alat-alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal/target yang telah ditentukan, atau kerugian biaya repair yang tidak semestinya.
Oleh karena itu sebelum menentukan type dan jumlah peralatan dan attachmetnya, sebaiknya kita fahami lebih dahulu fungsi dan aplikasinya.
Selain Faktor ini biasanya pihak executive di sebuah perusahaan alat berat, sangat memikirkan mengenai spare part dan kecepatan dalam perbaikan unit untuk mereduce down time unit saat sedang rusak. namun hal - hal seperti ini biasanya di pikirkan sejak awal oleh si pembeli dan si penyuply saat investasi unit di awal.
Macam-macam Alat berat dan Fungsinya :
Eksistensi alat berat dalam proyek-proyek dewasa ini baik proyek konstruksi maupun proyek manufaktur sangatlah penting guna menunjang Pemerintah baik dalam pembangunan infastruktur maupun dalam eksplore hasil-hasil tambang, misalnya semen dan batubara. Keuntungan-keuntungan dengan menggunakan alat-alat berat antara lain waktu yang sangat cepat, tenaga yang besar dan nilai-nilai ekonomis. Penggunaan alat berat yang kurang tepat dengan kondisi dan situasi lapangan pekerjaan akan berpengaruh berupa kerugian antara lain rendahnya produksi, tidak tercapainya jadwal atau target yang telah ditentukan atau kerugian biaya perbaikan yang tidak semestinya. Oleh karena itu, sebelum menentukan tipe dan jumlah peralatan dan attachmentnya sebaiknya dipahami terlebih dahulu fungsi dan aplikasinya.
Berikut macam-macam alat berat beserta fungsinya, agar dapat di pahami dalam penggunaannya.
Pengertian Alat-alat berat
Alat-alat berat merupakan alat yang digunakan  untuk  membantu manusia dalam melakukan pekerjaan    pembangunan   suatu  struktur  bangunan. Alat berat merupakan faktor  penting  didalam  proyek,  terutama  proyek proyek  konstruksi maupun  pertambangan  dan  kegiatan  lainnya dengan skala yang besar  Tujuan dari penggunaan alat – alat  berat tersebut adalah untuk memudahkan manusia dalam  mengerjakan pekerjaannya, sehingga hasil  yang  diharapkan dapat tercapai dengan lebih mudah dengan waktu yang relatif lebih singkat.
a.       Alat Pengolah Lahan
Kondisi lahan proyek  kadang-kadang  masih  merupakan  lahan asli yang harus dipersiapkan sebelum lahan tersebut  mulai  diolah. Jika pada lahan masih terdapat  semak  atau  pepohonan  maka  pembukaan   lahan   dapat    dilakukan  dengan   menggunakan  dozer.  Untuk   pengangkatan  lapisan   tanah     paling    atas    dapat    digunakan    scraper.   Sedangkan    untuk  pembentukan  permukaan  supaya rata selain dozer dapat digunakan juga motor grader.
      Bulldozer   dapat  dibedakan  menjadi   dua  yakni  menggunakan  roda kelabang (Crawler Tractor Dozer) dan Buldoser yang menggunakan roda karet (Wheel Tractor Dozer). Pada dasarnya Buldoser  menggunakan traktor sebagai tempat  dudukan  penggerak utama, tetapi lazimnya traktor tersebut   dilengkapi   dengan   sudut   sehingga   dapat  berfungsi  sebagai   Buldozer   yang  bisa  untuk menggusur tanah.
         Buldoser   digunakan  sebagai   alat   pendorong   tanah   lurus ke dapan maupun ke samping, tergantung ada  sumbu  kendaraannya.  Untuk   pekerjaan di rawa digunakan jenis Buldoser khusus  yang  disebut  Swamp Bulldozer.
b. Alat Penggali
Jenis   alat    ini   dikenal    jga   dengan   istilah  excavator. Beberapa  alat   berat   digunakan   untuk   menggali  tanah   dan  batuan.  Yang   termasuk didalam kategori ini adalah front shovel, backhoe, dragline, dan clamshell.
c.       Alat Pengangkut Material
Crane  termasuk  di  dalam  kategori  alat   pengangkut   material,   karena  alat   ini   dapat    mengangkut    material   secara    vertical  dan kemudian   memindahkannya   secara   horizontal   pada   jara   jangkau   yang  relatif kecil. Untuk pengangkutan  material  lepas  (loose material)  dengan  jarak  tempuh  yang  relatif   jauh, alat  yang digunakan  dapat  berupa belt, truck dan wagon.
Alat-alat ini  memerlukan  alat  lain  yang  membantu memuat  material  ke dalamnya.
d.        Alat Pemindahan Material
Yang   termasuk    dalam   kategori   ini   adalah   alat  yang biasanya tidak  digunakan  sebagai  alat transportasi tetapi digunakan untuk memindahkan material  dari   satu   alat  ke  alat  yang  lain.  Loader   dan   dozer   adalah  alat pemindahan material.
e. Alat Pemadat
Pemadatan   tanah   secara  mekanis    umumnya   dilakukan    dengan   menggunakan mesin penggilas (Roller); klasifikasi Roller yang dikenal antara lain adalah
 1). Berdasarkan   cara  geraknya ;  ada  yang bergerak sendiri, tapi ada
juga yang di tarik dengan traktor.
 2). Berdasarkan  bahan  roda  penggilasnya, ada yang terbuat dari baja
(SteelWheel) dan ada yang terbuat dari karet (pneumatic).
3). Dilihat  dari  bentuk  permukaan  roda; ada yang punya permukaan  halus (plain), bersegmen, berbentuk grid, berbentuk kaki domba, dan sebagainya.
4). Dilihat  dari  susunan  roda  gilasnya ; ada  yang  dengan  roda  tiga(Three Wheel), roda dua (Tandem Roller), dan Three Axle TandemRoller. Alat pemadat yang menggunakan penggetar (vibrator).
f. Alat Pemroses Material
Alat   ini  dipakai   untuk   mengubah batuan dan mineral alam menjadi suatu  bentuk  dan  ukuran yang diinginkan. Hasil dari alat ini misalnya adalah batuan  bergradasi,  semen,  beton,  dan  aspal. Yang termasuk didalam alat ini adalah  crusher  dan  concrete  mixer   truck.   Alat   yang   dapat   mencampur material-material di atas juga dikategorikan ke dalam  alat  pemroses  material seperti concretebatch plant dan asphalt mixing plant.
g. Alat Penempatan Akhir Material
Alat    digolongkan   pada   kategori  ini  karena  fungsinya yaitu untuk menempatkan   material   pada   tempat   yang  telah ditentukan. Ditempat atau lokasi   ini  material  disebarkan  secara  merata  dan dipadatkan sesuai dengan spesifikasi yang  telah ditentukan. Yang termasuk di dalam kategori ini adalah concrete spreader, asphalt paver, motor grader, dan alat pemadat.
Klasifikasi operasional Alat Berat
Alat-alat   berat dalam  pengoperasiannya  dapat  dipindahkan dari satu tempat  ke  tempat  lain  atau tidak  dapat digerakan atau statis. Jadi klasifikasi alat berdasarkan pergerakannya dapat dibagi atas berikut ini :
Alat dengan Penggerak
Alat   penggerak   merupakan   bagian   dari   alat   berat   yang menerjemahkan   hasil   dari   mesin  menjadi  kerja. Bentuk dari alat penggerak   adalah    crawler   atau   roda    kelabang   dan  ban karet. Sedangkan belt merupakan alat penggerak pada conveyor belt.
Alat Statis
Yang   termasuk   dalam   kategori    ini   adalah    towercrane, batching    plant,  baik untuk beton maupun untuk aspal serta crusher plant.  Crane   (alat pengangkat)    jenisnya   ada   bermacam-macam :   Crane gelegar,   crane  kolom   putar,  crane  putar,  crane portal, crane menara, crane kabel,   dan   mobil   crane.   Beberapa   jenis   Crane banyak digunakan dalam proyek-proyek   bangunan   sipil   yang    berkaitan  dengan pemindahan tanah adalah mobile crane, sebab craneini dapat dengan mudah dipindah-pindahkan, karena pekerjaan pemindahan tanah secara mekanis  membutuhkan mobilitas alat yang relatif tinggi
Fungsi alat berat
Dirancang   untuk    melakukan  berbagai   aplikasi   kehutanan dengan konfigurasi  Log Loader, Harvester /Processor, dan Road Builder.Backhoe Loader   merupakan gabungan dari dua alat berat yang berbeda fungsinya.Bagian depan   dilengkapi  dengan bucket dan berfungsi sebagaimana loader dan bagian belakang dilengkapi dengan perlengkapan yang sama dengan yang digunakan pada excavator.
 Alat   penggali   sering   juga disebut Excavator; ada dua tipe Excavator yaitu:
Excavator yang berjalan  menggunakan  roda kelabang / track shoe (Crawler Excavator) dan,
 Excavator yang menggunakan ban (Wheel Excavator). Excavator digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan.
Sifat Kembang Susut Tanah
Volume dan kerapatan tanah secara umum mengalami perubahan yang cukup besar apabila tanah itu digali, diangkut, diletakkan dan dipadatkan. Karena adanya perubahan volume pada kondisi tersebut, maka perlu diketahui dan ditetapkan adanya volume di tempat aslinya, dalam keadaan lepas dan setelah dipadatkan.
Yang dimaksud kembang susut tanah adalah perubahan baik berupa penambahan atau pengurangan volume tanah setelah diolah atau diubah dari bentuk asalnya. Volume pekerjaan tanah umumnya diukur dalam tiga kondisi seperti terlihat pada gambar berikut:
a. Kondisi asli (Bank Cubic Meter/BCM), u`kuran alam yaitu keadaan tanah yang masih sesuai dengan kondisi asli alamnya. Dalam keadaan ini butiran-butiran tanah masih terkonsolidasi dengan baik.
b.Kondisi lepas (Loose Cubic Meter/LCM), yaitu kondisi tanah sesudah mengalami gangguan atau telah digali, misalnya keadaan tanah di depan Doser Blade, di atas Dump Truck dan dalam Bucket. Tanah yang telah tergali dari tempat asalnya ini akan mengalami perubahan volume, yaitu mengalami pengembangan. Hal ini diakibatkan oleh adanya perubahan rongga udara butir-butir tanah, sehingga volumenya menjadi besar. Besarnya penambahan volume tergantung dari factor kembang tanah (swelling factor) yang besarnya dipengaruhi oleh jenis tanah.
c.Kondisi padat (solid measure / SM) yaitu keadaan tanah setelah ditimbun kembali dan diadakan pemadatan. Pada keadaan ini tanah mengalami proses pemadatan sehingga volumenya menyusut tanpa mengalami perubahan berat. Perubahan volume pada keadaan ini terjadi karena adanya penyusutan rongga udara di antara partikel-partikel tanah tersebut. Besarnya volume dalam keadaan padat ini tergantung dari jenis tanah, kadar air tanag dan usaha pemadatan.
Kapasitas Produksi masing – masing Alat
Kapasitas Produksi Excavator
Prosedur kerja / Panduan Excavator
Posisi excavator dalam keadaan datar.
Mengendalikan attachment dengan benar, misalnya untuk gerakan menggali, mengangkat, dan sebagainya.
Untuk membalik arah dapat memutar revolving unit.
Rumus umum perhitungan kapasitas produksi Excavator adalah sebagai berikut :
Q  =
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kapasitas bucket
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
Fd = Faktor koreksi akibat kedalaman (Lampiran 7 Hal.181)
Ft = Faktor Koreksi akibat efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
FB = Faktor bucket (Lampiran 7 Hal.182 dan Tabel 2.1)
Fa =  Faktor efisiensi alat (Lampiran 7 Hal.180)
Ts1 = t1 + t2 = waktu menggali atau memuat + lain-lain
Fk = Faktor pengembangan bahan (Kondisi Lepas)
Tabel 2.1 Faktor bucket (bucket fill factor) (FB)
Kondisi Material Excavator  
Tanah Liat 1,0 – 1,10  
Pasir dan Batu Pecah 0,95 – 1,00  
Tanah Cadas dan Keras 0,80 – 0,90  
Batuan Hasil Ledakan 0,60 – 0,75  
Batuan Hasil Ledakan Besar 0,40 -0,50
Sumber : Pedoman Pokok Pelaksanaan Pekerjaan dengan Menggunakan Peralatan ( P5 ). Edisi I Direktorat Jenderal Pengairan. Hal. 81.
Kapasitas Produksi Loader
Prosedur kerja / Panduan Wheel loader
Menurunkan bucket diatas permukaan tanah, mendorong ke depan (memuat/menggusur), mengangkat bucket, membawa dan membuang muatan.
Apabila material harus dimuatkan ke alat angkutan, misalnya truk. Cara pemuatannya dengan lintasan V atau L.
Rumus perhitungan kapasitas produksi Loader adalah sebagai berikut :
Q = (V x 60 x FK)/ (Ts1 x Fk)
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kapasitas bucket
FB = Faktor bucket (Tabel 2.2)
Ft = Faktor koreksi akibat efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
Fa = Faktor efisiensi alat (Lampiran 7 Hal.180)
Ts1 = t1 + t2 = waktu menggali atau memuat + lain-lain
Fk = Faktor pengembangan bahan (Kondisi Lepas)
Tabel 2.2 Faktor bucket (bucket fill factor) (FB)
Kondisi Penumpahan Wheel Loader  
Mudah 0,8 – 1,0  
Sedang 0,6 – 0,8  
Agak Sukar 0,5 – 0,6  
Sukar 0,4 – 0,5
Sumber: Pedoman Pokok Pelaksanaan Pekerjaan dengan MenggunakanPeralatan(P5 ). Edisi I Direktorat Jenderal Pengairan. Hal. 81.
Tabel 2.3 Waktu siklus standar
Kapasitas Bucket
Kondisi Kerja s/d 3 m3 3,1 m3 s/d 5 m3 ≥ 5,1 m3  
Mudah 0,40 0,50 0,60  
Sedang 0,50 0,60 0,65  
Agak Sukar 0,65 0,65 0,70  
Sukar 0,70 0,75 0,75
Sumber  : Pedoman Pokok Pelaksanaan Pekerjaan dengan Menggunakan  Peralatan (P5 ). Edisi I Direktorat Jenderal Pengairan. Hal. 81.
Kapasitas Produksi Dump Truck
Prosedur Kerja / Panduan Dump truck
Posisi truck harus stabil dan rata ketika proses pemuatan material.
Saat penumpahan muatan (dumping) dilakukan secara hidrolis yang menyebabkan bak terangkat pada satu sisi, sedang sisi lain yang berhadapan berputar sebagai engsel.
Kapasitas produksi Dump Truck dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q =
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kapasitas bak
Fk = Faktor pengembangan bahan (Kondisi Lepas)
Ft = Faktor koreksi akibat efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
Ts2 = waktu siklus (waktu tempuh isi + kosong + lain-lain)
Fa = Faktor efisiensi alat (Tabel 2.4)
Tabel 2.4Efisiensi Kerja Dump Truck (Fa)
Kondisi Kerja  Efisiensi Kerja   
Baik  0,83   
Sedang  0,80   
Kurang Baik  0,75   
Buruk 0,70  
Sumber: Seminar Application of Heavy Equipment for IrigationProjects PT. United Tractors. Hal 110.
Tabel 2.5Kecepatan rata-rata maksimum Dump Truck
 Kecepatan Maksimum   
Datar  Bermuatan  40 km/jam   
 Kosong 60 km/jam   
Naik  Bermuatan  20 km/jam   
 Kosong 40 km/jam   
Menurun  Bermuatan  20 km/jam   
 Kosong 40 km/jam  
Sumber :  Pedoman Pokok Pelaksanaan Pekerjaan dengan Menggunakan Peralatan ( P5 ). Edisi I Direktorat Jenderal Pengairan. Hal. 80
Kapasitas Produksi Vibrator Roller
Prosedur Kerja / Panduan Vibrator roller
Pada pekerjan tanah setelah tanah dihamparkan dapat dilakukan pemadatan.
Roller pada alat menggilas tanah serta vibrator pada alat yang membantu menyusutkan tanah.
Diperluakan lintasan yang sesuai untuk mengefektifkan pemadatan, dengan cara maju dan memundurkan alat.
Kapasitas produksi Vibrator Roller dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q = (V x 1000)x(N(b-bo)+bo) x t x FK / n
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kecepatan operasi alat
Ft = Faktor koreksi akibat efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
b = Lebar efektif pemadatan
n = Jumlah lintasan
t = Tebal pemadatan
Fk = Faktor pengembangan bahan (Kondisi Lepas)
Fa = Faktor efisiensi alat (Lampiran 7 Hal.180)
Kapasitas Produksi AMP ( Aspal Mixing Plant )
Kapasitas produksi AMP (Aspal Mixing Plant) dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q = (v x FK) / d1 x t
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kapasitas alat
D1 = Berat Jenis Aspal
Fa  = Faktor efisiensi kerja (Lampiran 7 Hal.180)
Ft = Faktor koreksi akibat efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
Kapasitas Produksi Asphalt Finisher
Kapasitas produksi Asphalt Finisher dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q = (v x b x FKx 60)
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kapasitas alat
b = lebar hamparan
Fa  = Faktor efisiensi kerja (Lampiran 7 Hal.180)
Ft = Faktor koreksi akibat efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
Kapasitas Produksi Asphalt Sprayer(Hand Sprayer)
Kapasitas produksi Asphalt Finisher Asphalt Sprayer(Hand Sprayer)
dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q = (pas x FK x 60)
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kapasitas alat
Pas = kapasitas pompa aspal
Fa  = Faktor efisiensi kerja (Lampiran 7 Hal.180)
Ft = Faktor koreksi efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Ha.181)
Kapasitas Produksi Air Compressor
Rumus air compressor berikut adalah sebagai pembersih area proyek (permukaan jalan) yang akan dilabur aspal.
Kapasitas produksi (luas permukaan) / jam = Q
Q = V x Ap
Dimana :
V = Kapasitas alat
Ap = Aplikasi lapisan (liter)
Kapasitas Produksi Motor Grader
Kapasitas produksi Motor Grader dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q = (Lh x (N(b-bo)+bo) x t x FK x 60 /Ts3 x n
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
Lh = panjang hamparan
b = lebar efektif blade
t = tebal lapis aggregate
Fa= faktor efisiensi alat (Tabel 2.6)
Ft = Faktor koreksi akibat efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
n = jumlah lintasan
Ts3= waktu siklus
Tabel 2.6Lebar (panjang) pisau efektif, lebar overlap
Panjang
Pisau (m) Panjang / Lebar / Pisau Efektif (m)  
  Sudut Pisau 60˚ Sudut Pisau 45˚  
2,2 1,9 1,6  
2,5 2,2 1,8  
2,8 2,4 2,0  
3,05 2,6 2,2  
3,1 2,7 2,2  
3,4 2,9 2,4  
3,7 3,2 2,6  
4,0 3,5 2,8  
4,3 3,7 3,0
Sumber  :  Pedoman Praktis Penggunaan Peralatan Mekanis PT. Hutama Karya 1982.
Tabel 2.7Faktor efisiensi kerja (Fa)
Kondisi Kerja Efisiensi Kerja  
Road repair, leveling 0,8  
Snow removal (V-type plow) 0,7  
Spreading, grading 0,6  
Treaching, snow-removal 0,5
Sumber  :  P4edoman Praktis Penggunaan Peralatan MekanisPT.HutamaKarya1982.
Kapasitas Produksi Tandem Roller
Kapasitas produksi Tandem Roller dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q = (Vx 1000) x (N(b-bo) + bo) x t x FK / n
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
b=Lebar efektif pemadatan
V = Kecepatan alat
Fa = Faktor efisiensi kerja (Lampiran 7 Hal.180)
Ft = Faktor koreksi akibat efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
t = Tebal pemadatan
bo = lebar overlap
n = Jumlah lintasan
Kapasitas Produksi Pneumatic Tire Roller
Kapasitas produksi Pneumatic Tire Roller dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q =
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
b=Lebar efektif pemadatan
V = Kecepatan alat
Fa = Faktor efisiensi kerja (Lampiran 7 Hal.180)
Ft = Faktor koreksi efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
t = Tebal pemadatan
n = Jumlah lintasan
Kapasitas Produksi Water Tank Truck
Kapasitas produksi Water Tank Truck dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q  = (pa x FK x 60)/Wc x 1000
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kapasitas tangki air
Wc = Kebutuhan air/ m3
Pa = kapasitas pompa air
Fa = Faktor efisiensi kerja (Lampiran 7 Hal.180)
Ft = Faktor efisensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
n = Pengisian tangki / jam
Kapasitas Produksi Truck Mixer
Kapasitas produksi Truck Mixer dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Kapasitas Produksi (Q) =
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kapasitas alat
Fa = Faktor efisiensi kerja ( Lampiran 7 Hal.180)
Ft = Faktor efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
Ts = Waktu siklus
Kapasitas Produksi Batchin Plant
Kapasitas produksi Batchin Plant dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
Q =
Faktor Koreksi (FK) :
Dimana :
V = Kapasitas alat / jam
Fa = Faktor efisiensi kerja (Lampiran 7 Hal.180)
Ft = Faktor efisiensi waktu (Lampiran 7 Hal.180)
Fo = Faktor koreksi akibat kecakapan operator (Lampiran 7 Hal.181)
Ts = waktu siklus
2.2 pengenalan tentang jalan
Desain Perkerasan Jalan
 Lapisan perkerasan jalan berfungsi untuk menerima dan menyebarkan beban lalu lintas tanpa menimbulkan kerusakan yang berarti pada jalan itu sendiri. Sehinnga menimbulkan kenyamanan kepada pengemudi selama perjalanaan tersebut.  Dengan demikian perencanaan tebal lapisan harus dipertimbangkan secara optimal.
 Menurut Departemen Pekerjaan umum (1987), yang dimaksud dengan perkerasan lentur (flexible pavement) adalah perkerasan pasa umumnya menggunakan bahan campuran beraspal sebagai lapisan permukaan serta sebagai bahan butiran sebagai lapisan dibawahnya. Bagian perkerasan bagian jalan lentur umumnya terdiri dari :
1. lapisan permukaan (surface course )
2. lapisan pondasi atas ( base course )
3. lapisan pondasi bawah ( sub base course )
4. Tanah dasar
Penjelasan :
Lapisan Permukaan
Lapisan permukaan adalah lapisan perkerasan yang paling atas. Fungsinya antara lain :
Sebagai lapisan penahan beban roda selama pelayanan. Karena memiliki stabilitas yang tinggi.
Sebagai lapisan yang kedap air mencegah agar air tidak meresap dilapisan bawahnya.
Sebagai lapisan aus menahan gesekan roda kendaraan.
Untuk menyebarkan bebean di lapisan bawahnya yang memiliki daya dukung lebih rendah.
  Pemilihan bahan lapisan permukaan perlu mempertimbangkan kegunaan, umur, perencaan, pentahapan konstruksi, agar dicapai maanfaat yang maksimal dari biaya yang dikeluarkan.
2. Lapisan Pondasi Atas
 Lapisan pondasi atas merupakan bagian perkerasan yang terletak antara lapisan permukaan dan lapisan pondasi bawah, fungsi pondasi lapisan atas adalah :
Menahan beban roda dan menyebarkan kelapisan bawahnya.
Sebagai perletakan dari lapisan permukaan.
3. Lapisan Pondasi Bawah
 Lapisan pondasi bawah terletak diantara lapisan pondasi atas dan lapisan tanah dasar. Fungsi lapisan ini antara lain:
Mendukung konnstruksi perkerasan.
Mengefisiensikan penggunaan matrial perkerasan.
Sebagai lapisan awal agar perencanaan konstruksi berjalan dengan lancar.
4. Tanah Dasar
 Tanah dasar adalah permukaan tanah semula atau permukaan tanah galian atau permukaan tanah timbunan yang dipadatkan dan merupakan dasar untuk perletakan perkerasan lainnya. Kekuatan dan keawetan konstruksi perkerasan jalan tergantung dari sifat-sifat dan daya dukung tanah dasar.
Pada penelitian ini digunakan program Flexi-Man. Program tersebut adalah program yang dipakai untuk penentuan tebal perkerasan lentur untuk jalan baru, pelapisan tambahan dan konstruksi bertahap. Dari program Flexi-Man akan didapat perhitungan susunan tebal tiap lapisan perkerasan. Untuk menjalankan program Flexi-Men ini diperlukan beberapa data. Data yang harus dimasukkan antara lain :
Data kendaraan
Data jalan dan data lalu lintas
Data penunjang
Data perkerasan
Penjelasan :
I. Data Kendaraan
 Pada data kendaraan yang harus dimasukkan adalah tahun survey dan jenis kendaraan. Untuk jenis kendaraan diperlukan klasifikasi dan jumlahnya. Kelompok sumbu, tipe sumbu, beban total dan pembagian beban tiap kendaraan sudah tersedia. Jenis kendaraan yang tersedia meliputi kendaraan ringan, bus, truk, trailer, dll
II. Data Jalan dan Data Lalu Lintas
 Pada data jalan yang harus dimasukkan adalah klasifikasi jalan, jalur jalan, jumlah arah, tahun jalan dibuka, dan umur rencana. Untuk lebar perkerasan akan diperoleh pada saat akan memsukkan jumlah jalur.
II. Data Penunjang
 Pada data penunjang yang diperlukan adalah faktor regional (FR), nilai indek  permukaan akhir umum rencana (IPt) dan nilai CBR. untuk factor regional dapat di masukkan dengan keadaan di lapangan atau FR yang dikehendaki. Untuk menentukan keadaan FR dilapangan perlu mengetahui kelandaiaan dan iklimnya. Pada jalan-jalan tertentu seperti persimpangan, pemberhentian, atau tikungan tajam (jari-jari <30 meter) nilai fr ditambah 0,5. Sedagan pada daerah rawa-rawa nilai FR ditambah 1,0. Untuk indeks permukaan akhir umum (IPt). Diperlukan IPt yang dianjurkan dan IPt yang dikehendaki. Setelah itu harus dimasukkan data CBR tanah dasar. Pada program ini hasil CBR ini bias didapatkan melalui perhitungan.
IV. Data Perkerasan
 Pada data perkerasan, tebal dari tiap lapisan harus dihitung. Data yang perlu dimasukkan meliputin data perkerasan lapis permukaan (surface), data lapis pondasi (Base) data lapis pondasi bawah (Subbase) begitu juga pada saat memasukkan data marsall stability, dapat diperoleh koefisien kekuatan relatif. Untuk tebal minimum lapisan tersebut harus didesain sendiri berapa ketebalan yang kita inginkan. Jenis-jenis bahan yang tersedia adalah laston, lasbutag, HRA, dan laspen.Untuk lapisan pondasi data yang perlu dimasukkan melipiti jenis bahan, kekuatan bahan, koefisien kekuatan relative dan tebal minimum lapisan, untuk kekeuatan baha dapat berubah tergantung dari jenis bahan (laston atas, lapen, stab, tanah, batu pecah)
Gambar proses perkerasan jalan
Tentunya kita tidak asing dengan yang namanya jalan raya, hampir setiap hari di lalui oleh kita, lalu bagaimana supaya jalan raya tersebut tidak rusak ketika dilalui kendaraan yang beratnya bersatuan ton. untuk membuat jalan yang kuat maka harus dilakukan kegiatan menghitung tebal perkerasan jalan raya sehingga dapat direncanakan konstruksi yang kokoh, berikut ini gambaran tentang perhitunganya:
Rumus fisika yang bersangkutan dengan jalan raya adalah rumus Gaya gesek :
Rumus gaya gesek   :      f = u.N
f = gaya gesek
u = koefisien gerakan
N = gaya normal
1.7 Data Jalan Raya
Misalnya kita akan merencanakan tebal perkerasan jalan raya 2 jalur dengan data lapangan sebagai berikut :
Umur rencana jalan, Ur = 10 tahun
Jalan akan dibuka pada tahun 2014
Pembatasan beban as= 8 ton
Setelah dilakukan pengamatan diperoleh volume lalu lintas sebagai berikut:
Mobil penumpang, pick up, mobil hantarn dan sejenisnya sebanyak 1219 perhari
Bus yang melintas di jalan raya sebanyak 353 per hari
Truck 2 as : 481 / hari
Truck 3 as : 45 / hari
Truck 4 as : 10 / hari
Truck 5 as : 4 / hari
LHR th.2010 :  2112 bh kendaraan perhari untuk 2 jurusan
Waktu pelaksanaan, n= 4 tahun
Perkembangan lalu lintas jalan raya, i= 8 % per tahun
Faktor regional, FR = 1.00
Bahan perkerasan jalan raya yang akan dipakai sebagai berikut:
Aspal beton atau penetrasi makadam ( surface course )
Water bound macadam ( base course )
Pondasi bawah kelas C ( Subbase course )
CBR =
1.8 Perhitungan Konstruksi Jalan Asphalt
Selanjutnya menghitung tebal perkerasan jalan raya dari data-data diatas
Bus  = 353
Truck 2 as  = 481
Truck 3 as  = 45
Truck 4 as  = 10
Truck 5 as  = 4
Jumlah kendaraan berat ( bus dan truck ) KB = 893 bh
BB = (353/893)x100%=39.5%
B2T =(481/893)x100%=53.86%
B3T = (45/893)x100%=5.05%
B4T = (10/893)x100%=1.14%
B5T = (4/893)x100%=0.45%
Mobil penumpang = 1219 bh
Jumlah LHR = 2112 bh
AKB =( 893/2112)x100%=42%
AKR =( 1219/2112)x100%=58%
Waktu pelaksanaan pekerjaan jalan raya , n= 4 tahun
Pertumbuhan lalu lintas i = 8% pertahun
LHRop = 2112( 1+0.08)^4 = 2873
Jumlah jalur = 2 Ckiri= 50% , Ckanan= 50%
Umur rencana = 10 tahun pertumbuhan lalu lintas jalan raya = 8%/tahun
FP = 1.44 ( tabel FP )
i.p = 2.5 ( tabel I.P )
LERur = 639.71
I.P = 2.5 dari grafik diperoleh ITP = 10.25
CBR = 3 DDT = 3.8
ITP = a1.D1 + a2.D2 + a3.D3 + a4.D4
Dsini mencari Nilai ITP yang lebih dari 10.25
Lapisan permukaan=a1=0.40 & D1=10, a1xD1=4.00
Lapisan pondasi =a2=0.14 &D2=20, a2xD2=2.80
Lapisan pondasi bawah =a3=0.11 &D3=32, a3xD3=3.52
Lapisan perbaikan tanah dasar =a4=0 &D4=0, a4xD4=0
 Jumlah ITP hasil perhitungan = 10.32 (jadi  jalan raya aman )
1.9 Klasifikasi Jalan Raya Menurut Ramainya Lalu-Lintas  
Suatu jalan raya yang mempunyai banyak jalur lalu-lintas itu tergantung pada kecepatan kendaraan-kendaraan masih harus dibagi lagi dalam beberapa jalur lalu-lintas, yaitu jalur-jalur lalu-lintas lambat dan jalur-jalur lalu-lintas cepat.
Jalur-jalur lalu-lintas cepat itu dibagi lagi menurut kecepatan kendaraan- kendaraan yang melaluinya dalam beberapa golongan yaitu:
1. Jalur lalu-lintas untuk. 40 km/jam.
2. Jalur lalu-lintas untuk 50 km/jam.
3. Jalur lalu-lintas untuk 60 krn/jam ke atas.
  Oleh karena itu, pada perencanaan pembuatan suatu jalan harus dapat menjangkau perkembangan lalu-lintas untuk sesuatu waktu yang tertentu dikemudian hari tanpa ada perbaikan yang berarti, misalnya dapat mencapai umur rencana 15-20 tahun yang mendatang.
  Umur rencana jalan adalah jangka waktu sejak jalan itu dibuka hingga saat diperlukan perbaikan berat atau telah dianggap perlu untuk memberi lapisan pengerasan baru. Ramainya lalu-lintas kendaraan yang melewati sesuatu jalan itu dapat diteliti dengan menghitung jumlah (volume) kendaraan yang lewat sesuai dengan masing-masing jenis kendaraan.
   Pekerjaan penelitian ini dilakukan tiap-tiap hari selama 24 jam terus-menerus selama jangka waktu yang tertentu misalnya sdanra 2 minggu berturut-turut. Angka-angka yang menunjukkan hasil penelitian (pencatatan) jumlah kendaraan yang lewat itu disebut "Lalu-lintas Harian Rata-rata" disingkat L.H.R..
  Karena beraneka ragam jenis-jenisnya kendaraan maka diadakan suatu angka perbandingan antara jenis-jenis kendaraan itu. Untuk mobil penumpang/sepeda-motor disebut "Satuan Mobil Penumpang" disingkat S.M.P. yang besar angka perbandingannya ditetapkan sama dengan satu. Besar angka-angka perbandingan untuk kendaraan jenis lainnya dapat dibaca pada Tabel 2.1.
  Bila suatu jalan terdapat berbagai jenis kcndaraan dengan jurnlah yang berbeda, maka dengan angka perbandingan pada Tabel 2.1 dibuat daftar yang akan menghasilkan angka "S.M.P."-nya.
 Setelah didapat angka "S.M.P."-nya kita menentukan kelas jalan dengan membaca Tabel 2.2. Sebagai contoh perhatikan daflar yang menghasilkan jumlah "S.M.P." suatu jalan sebesar 10.500 S.M.P. yang dapat
Geometrik
    Komposisi dan arus pemisah arah
    Pengaturan lalu lintas
    Aktivitas samping jalan / hambatan samping
1. Geometrik
Karakteristik geometrik untuk jalan berbagai tipe akan mempunyai kinerja    berbeda pada pembebanan lalu lintas tertentu misalnya jalan terbagi dan jalan tidak terbagi, sedangkan untuk lebar jalur lalu lintas, kecepatan arus bebas dan kapasitas meningkat dengan pertambahan lebar jalur lalu lintas.
  Karakteristik geometrik tipe jalan yang digunakan untuk masing-masing tipe jalan menggunakan analisa operasional, perencanaan dan perancangan jalan perkotaan. Untuk setiap tipe jalan ditentukan prosedur perhitungan yang dapat digunakan pada kondisi :
 
   - Alinyemen datar atau hampir datar
   - Alinyemen horizontal lurus atau hampir lurus
Pada sigmen jalan yang tidak dipengaruhi antrian akibat hambatan samping atau arus iringan kendaraan yang tinggi dari samping.
2. Tipe Jalan
Tipe jalan akan mempunyai kinerja berbeda pada pembebanan lalu lintas tertentu, misalnya jalan terbagi dan tak terbagi, jalan satu arah.
3. Lebar Jalur Lalu Lintas
Kecepatan arus bebas dan kapasitas meningkat dengan pertambahan lebar jalur lalu lintas.
4. Kereb
  Kereb sebagai batas antara jalur lalu lintas dan trotoar berpengaruh terhadap dampak hambatan samping pada kapasitas dan kecepatan kapasitas jalan dengan kereb lebih kecil dari jalan dengan bahu.Selanjutnya kapasitas berkurang jika terdapat penghalang tetap dekat tepi jalur lalu lintas, tergantung apakah jalan mempunyai kereb atau bahu.
Komposisi Arus dan Pemisah Arah
-    Pemisah arah lalu lintas
  Kapasitas jalan dua arah paling tinggi pada pemisah arah 50-50, yaitu bilamana arus pada kedua arah adalah sama pada peride waktu dianalisa.
-    Komposisi lalu lintas
Komposisi lalu lintas mempengaruhi hubungan kecepatan arus, jika arus dan kapasitas dinyatakan dalam kendaraan per jam yaitu tergantung pada rasio sepeda motor per kendaraan berat dalam arus lalu lintas. Jika arus dan kapasitas dinyatakan dalam satuan mobil penumpang (smp/jam) tidak dipengaruhi oleh komposisi lalu lintas.
Pengaturan lalu lintas
Melalui diterapkannya pemberlakuan batas kecepatan didaerah perkotaan di Indonesia yaitu dengan pembatasan akses dari lahan samping jalan dan sebagainya
Perilaku pengemudi dan populasi kendaraan.
Keaneka ragaman perilaku dari pengemudi dan pengguna jalan yang ada di Indonesia khususnya didaerah perkotaan  dimasukan dalam prosedur perhitungan secara tidak langsung melalui ukuran kita.
Median Jalan
Median jalan merupakan salah satu fasilitas penunjang jalan yang turut berpengaruh terhadap karakteristik arus lalu lintas. Penempatan median ini biasanya berfungsi untuk memisahkan arus lalu lintas yang berlawanan arah. Fungsi median jika digunakan sebagai pemisah arah lalu lintas antara lain;
Untuk menyediakan jarak yang diperlukan untuk membatasi atau mengurangi terhadap lampu besar pada kendaraan  yang berlawanan arah terutama saat malam hari
Untuk menyediakan daerah netral yang cukup lebar, dimana pengemudi dapat mengontrol kendaraan pada saat darurat
Untuk menambah kelegaan, kenyamanan dan keindahan bagi pengguna jalan
Untuk menydiakan ruang yang diperlukan untuk kanalisasi pertemuan-pertemuan pada jalan
     Dengan lebar jalan yang cukup, median jalan memberikan pengamanan bagi pengguna jalan pada saat belok atau balik arah
Sebagai sarana pengamanan bagi pejalan kaki untuk menyeberang jalan.
2.3 Pengenalan Drainase Jalan
PENGERTIAN.
Drainase merupakan pekerjaan pembuatan saluran pembuangan. Baik air buangan hujan, air permukaan maupun air buangan dari kamar mandi, dapur dan WC. Secara umum drainase didefisinikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha untuk mengalirkan air yang berlebihan dalam suatu konteks pemanfaatan tertentu.
 Sedangkan drainase perkotan adalah ilmu drainase yang mengkhususkan pengkajian pada kawasan perkotaan yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan fisik dan lingkungan sosial yang ada dikawasan kota tersebut.
 Dengan demikian kriteria desain drainase perkotaan memiliki kekhususan, sebab untuk perkotaan ada atambahan desain seperti keterkaitan dengan tata guna lahan, keterkiatan dengan master plan drainase kota, keterkaitan dengan masalah social ( kurangnya kesadaran masyarakat dalam ikut memelihara fungsi drainase kota ) dan lain-lain.
PENGGUNAAN DRAINASE
 Pemakaian atau pemasangan pekerjaan drainase digunakan pada berbagai bangunan yang berhubungan dengan pengerjaan pengeringan atou pembuangan zat cair ( Air ) yang dapat mengurangi umur pakai maupun merusak bangunan tersebut.
Bangunan-bangunan tersebut adalah :
Rumah tinggal.
Pekerjaan penyaluran/ pembuangan air hujan dan limbah domestic ( buangan dari kamar mandi/ WC, dapur, air cucian dll ).
Perkantoran
Asrama.
Hotel.
Kampus / Sekolahan.
Rumah Sakit.
Pabrik-Pabrik / Industrial Estate
Stadion / Kompleks Olahraga
Kompleks Perumahan / Real Estate.
Padang / Lembah Golf.
Jalan Raya.
Lapangan Terbang / Bandara.
Pelabuhan Laut.
Bendungan / Waduk.
Bhumi perkemahan.
Tempat – tempat rekreasi.
Tempat Penngolahan/Pembuangan Sampah Akhir (TPA),  dll.
Fungsi Dan Tujuan Pekerjaan Drainase
Untuk Pengeringan
Adakalanya di sekitar suatu kompleks perumahan penduduk terdapat rawa-rawa atou suatu lapangan yang digenangi air. Keadaan lingkungan yang seperti ini dapat mendatangkan wabah penyakit bagi penduduk yang tinggal di sekitar area tersebut. Oleh karena genangan air atau rawa tersebut telah menjadi sarang berbagai penyakit seperti Malaria, Cholera, Demam berdarah dan lain-lainnya. Untuk menghindari hal itu diperlukan suatu sistem drainase yang baik agar tidak terjadi genangan air agar lingkungan di situ sehat, aman, dan sejahtera.
Untuk Pencegahan Banjir
 Ada daerah-daerah tertentu yang hujannya turun sering  seperti pada saat musim sekarang curah hujan hampir di daerah-daerah di wilayah Indonesia curah hujan sangat tinggi jadi hampir tiap harti terjadi hujan, kalau saluran drainase tidak dibuat dengan baik maka banjir akan terjadi di mana-mana. Maka saluran drainase harus difungsikan sebagai mana mestinya.
Untuk Pembuangan Air Kotor
 Air buangan dari industri adalah penyebab pencemaran lingkungan , kerena air buangan ini mengandung berbagai macam bahan kimia, sampah-sampah pabrik, dll. Banyak ikan dan hewan ternak penduduk mati disebabkan air lingkungan mereka tercemari oleh air buangan dari industri atau di sebut dengan air limbah pabrik. Untuk mencegah agar lingkungan tempat tinggal penduduk tidak tercemari, maka buangan dari industri harus dialirkan secara khusus dengan melalui pengolahan limbah yang sesuai dengan semestinya agar pada saat dialirkan ke pembuangan air, tidak berbahaya karena sudah steril.
Penyuplaian Air Untuk Penduduk
       Dalam suatu kota pada umumnya, air yang dibutuhkan penduduk didatangkan dari suatu kabupaten pada umumnya, air yang dibutuhkan penduduk tersebut akan dialirkan kerumah-rumah penduduk melalui pipa-pipa yang diinstalasi sedemikian rupa agar air tersalurkan dengan lancar dan baik ke konsumen.
Jenis Saluran
       Saluran drainase pada umumnya ada yang terbuka dan ada juga yang terbuka. Tetapi layaknya pada saluran terbuka untuk mengalirkan air buangan yang relative tidak berbau , seperti air hujan  maupun air permukaan ( rembesan system irigasi, mata air, dll ).
 Sedangkan Saluran tertutup digunakan untuk mengalirkan air buangan dari kamar mandi, WC, dapur, cucian maupun buangan hasil proses industry.
JENIS DRAINASE
 Saluran drainasi pada umumnya terbuka atau tertutup. Tetapi selayaknya pada saluran terbuka hanya untuk mengalirkan air buangan yang relatif tidak berbau, seperti air hujan maupun air permukaan (rembesan sistem irigasi, mata air, dll).
Sedangkan saluran tertutup digunakan untuk mengalirkan air buangan dari kamar mandi, WC, dapur, cucian maupun buangan hasil proses industri.
PENAMPANG SALURAN
  Ada berbagai macam penampang saluran yang digunakan , tetapi pada saluran terbuka banyak digunakan saluran berpenampang segi empat maupun trapezium. Untuk penampang saluran tertutup, banyak digunakan pipa saluran berpenampang bulat.
  Penampang Saluran Terbuka
 a. Saluran Segi Empat
Saluran Segi Empat Dengan Saluran Kecil (Cunnette)
Saluran Trapesium
d.  Saluran Trapesium Dengan Saluran Kecil (Cunnette)
e.  Saluran Bentuk Lainnya
f.  Penampang Saluran TertutupPT. Sinartech Multi Engineering
Jl. KL, Yos Sudarso
KM 10.5 No. 50 Kota Bangun
Medan Sumatera Utara Indonesia
(061) 42068877 / 42068231
HP / WA : 0853-2020-2069
Fax : (061) 42068877 / 4206823
OFFICE : 0853-2020-2065